Jokowi Minta Anggota Korpri 'Berlari Cepat'

Damar Iradat    •    Selasa, 26 Feb 2019 11:53 WIB
korpriASN
Jokowi Minta Anggota Korpri 'Berlari Cepat'
Presiden Joko Widodo membuka Rakernas Korpri di Istana Negara, Selasa, 26 Februari 2019 - Medcom.id/Damar Iradat.

Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) terus meningkatkan kinerja. Menurut Jokowi, para Aparat Sipil Negara (ASN) sudah bekerja dengan baik selama empat tahun terakhir, namun ia meminta ASN bekerja lebih baik lagi. 

"Perlu saya sampaikan dan ini berkali-kali saya sampaikan. Memang kita sekarang harus lari cepat. Dalam rangka merespons perubahan-perubahan dunia yang begitu sangat cepatnya," kata Jokowi saat membuka Rakernas Korpri di Istana Negara, Selasa, 26 Februari 2019. 

Menurut dia, Korpri harus memiliki sebuah platform, aplikasi sistem, dan menyiapkan talent pool. Ini untuk merespons perubahan dunia yang sangat cepat.

Jokowi mengajak anggota Korpri mengubah orientasi selama ini. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil. 

Sebab, menurut Jokowi, orientasi hasil akan diikuti prosedur. "Karena prosedur sudah kewajibannya. Bukan orientasi prosedur, orientasi hasil," tegas dia.

(Baca juga: Jokowi Instruksikan Korpri Profesional dalam Pilkada)

Menurut dia, orientasi hasil adalah hasil yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan negara. Ini yang harus dicamkan baik-baik oleh anggota Korpri.

Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta anggota Korpri dapat mendesain APBN atau APBD sesederhana mungkin. Ia meminta APBD tak diisi banyak program.

"Program itu sedikit, fokus, konsentrasi, sasarannya jelas, tepat, gampang kontrolnya, gampang ngeceknya, hasilnya dirasakan oleh rakyat. Goalnya ke sana. Semua harus memulai ini," tutur Jokowi.

Jokowi yakin anggota Korpri dapat melakukan itu semua. Sebab, ASN diisi orang-orang intelek dan cerdas.

"Para PNS kita, seluruh anggta Korpri adalah intelektual, orang pintar-pintar. Kalau ada yang berkata sebaliknya pasti saya akan tentang itu. Karena nyatanya memang saudara-saudara intelektual," tegas Jokowi.

Korpri adalah organisasi yang menaungi aparatur sipil negara, pegawai BUMN, pegawai BUMD, pegawai anak perusahaan, dan perangkat pemerintah desa. Organisasi ini didirikan pada 29 November 1971.

Selama Orde Baru, Korpri dijadikan alat kekuasaan untuk melindungi pemerintah yang berkuasa saat itu. Sejak Era Reformasi, Korpri berubah menjadi organisasi yang netral, tidak berpihak terhadap partai politik tertentu.


(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA