Arisan Online Menguntungkan, Waspada Penipuan

   •    Rabu, 14 Feb 2018 14:13 WIB
penipuan
Arisan Online Menguntungkan, Waspada Penipuan
Polisi menata sejumlah barang bukti saat ungkap kasus penipuan online di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

Jakarta: Perencana Keuangan Prita Ghozie menyebut tidak ada arisan yang menjanjikan keuntungan. Arisan hanyalah kegiatan pengumpulan uang secara bersama yang menjadi utang ketika seseorang mendapatkannya lebih dulu serta piutang bagi mereka yang mendapatkan berikutnya. 

Ketika kegiatan arisan, apalagi yang dijalankan secara daring, menawarkan keuntungan menggiurkan, patut dicurigai bahwa hal itu berujung pada penipuan. 

"(Arisan) hampir enggak ada (keuntungan). Tidak mungkin kegiatan seperti itu bisa memberikan keuntungan yang berlebih," katanya, dalam Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 14 Februari 2018.

Menurut Prita, jika seseorang menginginkan keuntungan dari modal yang dikeluarkan, yang dilakukan bukanlah arisan, melainkan investasi. Investasi pun tidak selamanya menjanjikan keuntungan, risiko rugi masih tetap ada. 

Pun jika mengikuti arisan dengan tujuan menabung, Prita menyarankan agar lebih baik menggunakan tabungan berjangka di bank. "Karena sama-sama menabung dan pada akhirnya uangnya kembali dan itu legal, ada lisensi dari OJK," katanya. 

Prita mengatakan ketika seseorang tertarik mengikuti arisan secara online, pastikan lebih dulu bandar yang mengumpulkan uang adalah orang yang dikenal dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Jika tak dikenal, namun diminta mentransfer sejumlah uang, cek lebih dulu kepada siapa uang akan ditransfer. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk uang dibawa kabur. 

"Atau kalau mau tahu investasi beneran atau tidak, bisa cek namanya di website OJK, memiliki lisensi tidak di OJK? Kalau namanya tidak ada harus waspada. Saya pribadi sih lebih memilih tidak mentransfer jika seperti itu," pungkasnya.




(MEL)