Penanganan Terorisme tak Cukup di Hilir

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 15 May 2018 16:42 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Penanganan Terorisme tak Cukup di Hilir
Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi. Foto: Medcom.id/Adin.

Jakarta: Penanganan teroris dinilai tak cukup jika hanya dilakukan di hilir, sementara membiarkan sektor hulu. Padahal, keduanya berkesinambungan dalam penanggulangan paham ekstrimis.
 
"Apa yang dilakukam Polisi, BNPT, BIN, itu semuanya hilir. Kalau dilihat politik anggaran, banyak dana mengalir ke sektor hilir, bermiliar hingga triliun rupiah lari ke sana. Padahal sebenarnya penanggulangan teroris juga ada di hulu," kata Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.
 
Ia menyebut penanggulangan di hulu kurang mendapat sentuhan. Seharusnya pemerintah mengajak MUI bersama ormas lain seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terkait hal ini. Sebab, lembaga dan organisasi ini yang menjadi ujung tombak di sektor hulu.
 
Masduki melihat MUI, NU, dan Muhammadiyah mampu melakukan pendekatan pada kelompok ekstremis. Caranya dengan silaturahmi dan menyamakan pandangan, soal Islam yang rahmatan lil alamin. Sebab meski berbeda, semua kelompok itu adalah bagian dari muslim.
 
"Itu harus ada dialog, itu harus diintensifkan. Tapi kita kan enggak ada dana," ujarnya.

Baca: Empat Pemikiran Jokowi Mengatasi Terorisme

Menurutnya, sudah berulang kali pihaknya menyampaikan hal ini kepada pemerintah. Penanggulangan terorisme di hulu sangat penting. Sehingga ada persamaan persepsi dan penyadaran tentang arti Islam di Indonesia.
 
Namun, Masduki tak bisa memastikan upaya di hulu berhasil. Sama seperti fokus pemerintah yang saat ini dinilai sibuk di hilir. Prinsipnya, ia ingin penanganan terorisme berjalan di dua lini.
 
"Apa ada jaminan kalau fokus di hilir juga berhasil? Berarti ya harus dua-duanya jalan," kata Masduki.




(FZN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA