JK, Madrid, dan Secangkir Cappuccino

Dheri Agriesta    •    Jumat, 24 Jun 2016 21:20 WIB
vice president jusuf kalla
JK, Madrid, dan Secangkir Cappuccino
Wakil Presiden Jusuf Kalla. -- Foto: MI/ M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang Presiden Joko Widodo dan menteri Kabinet Kerja untuk berbuka bersama di Istana Wakil Presiden. JK pun menceritakan pengalamannya belajar filosofi puasa di Madrid, Spanyol.

Kala itu, JK menjabat sebagai Wakil Presiden periode pertama mendampingi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia melakukan perjalanan dinas saat dari Amerika Serikat menuju Madrid, Spanyol tepat di bulan Ramadan.

Karena menempuh perjalanan yang jauh, JK dan rombongan memilih tak berpuasa. Setibanya di Madrid, JK dan rombongan langsung menuju ke sebuah kedai kopi.

"Saya dalam perjalanan, kami musafir, jadi tidak puasa. Kami pun mengajak duta besar ke warung kopi," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2016).


Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (kanan) -- Foto: Antara/ Widodo S Jusuf

Di kedai itu, pria kelahiran Makassar ini memesan secangkir Cappuccino. Seorang pelayan pun menghampirinya dan bertanya.

"Apakah anda muslim, pelayan itu bertanya kepada kami," katanya lantaran melihat salah satu rombongan yang memakai kopiah.

JK dan rombongan pun membenarkan jika mereka muslim. Pelayan itu memberi tahu bahwa waktu berbuka puasa belum tiba. Saat itu, waktu masih menujukkan pukul 17.00 waktu setempat. Sementara, waktu berbuka puasa jatuh pukul 20.00.

Ketum PMI ini kemudian memberi tahu jika ia dan rombongan sedang tak berpuasa karena musafir. Pelayan itu bertanya dari mana dia berasal. Salah seorang anggota rombongan kemudian menjelaskan asal dan perjalanan yang sudah ditempuh.

"Anda menggunakan apa ke Spanyol?" tanya pelayan itu.

"Saya jawab dengan pesawat, saya jawab dengan bahasa Spanyol yang sedikit saya mengerti," kata Jk sembari terkekeh.

"Tidak ada musafir dalam pesawat, karena di pesawat hanya duduk," balas pelayan.


Jokowi (kedua dari kanan) berbicara dengan Jusuf Kalla (kanan), Irman Gusman (kiri) dan BJ Habibie -- Foto: MI/ Haryo Canggih

Perdebatan itu terhenti saat salah seorang rombongan membeberkan identitas JK yang merupakan Wakil Presiden Indonesia. Alih-alih mengalah, pelayan itu justru mebalas dengan jawaban yang menyentakkan hati.

"Pelayan itu justru menjawab, Oh wakil presiden? Bapak harusnya memberikan contoh yang baik untuk orang-orang lainnya," tutur JK menirukan sang pelayan.

Tak lama setelah pelayan itu pergi, JK malah mendapat secangkir Cappuccino. "Baiklah bapak wakil presiden, kali ini saya berikan bapak secangkir kopi. Tapi besok bapak harus puasa," ujar si pelayan.

"Saya dan teman teman hanya bilang iya, besok saya puasa. Jadi ini, pelajaran tentang berpuasa justru saya dapat di Madrid, bukan di Makkah," pungkasnya.

Acara buka puasa di Istana Wakil Presiden dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja dan duta besar negara sahabat. Terlihat Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro bersama dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain itu, juga hadir Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Jokowi sekitar pukul 18.40 WIB. Keduanya tiba lebih dulu sebelum Ketua MPR Zulkifli Hasan.
 


(Des)