Angin Kencang, Plafon hingga Reklame di Bandara Syamsudin Noor Roboh

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 14 Nov 2017 00:08 WIB
Angin Kencang, Plafon hingga Reklame di Bandara Syamsudin Noor Roboh
Ilustrasi reklame roboh/MTVN/Eko Nordiansyah

Banjarbaru: Plafon terminal kedatangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, roboh. Itu terjadi akibat tiupan angin kencang yang melanda kawasan itu pada Senin malam.

Communication and Legal Section Head Bandara Syamsudin Noor Aditya Putra Patria mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.45 WITA.

"Tiupan angin kencang memasuki terminal kedatangan sehingga plafon runtuh dan terlepas dari langit-langit ruangan dengan ukuran cukup besar," kata Noord seperti dilansir dari Antara, Senin 13 November 2017.

Beruntung insiden itu, lanjut Noor, tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Pasalnya saat kejadian ruang kedatangan penumpang tidak dipenuhi penumpang yang baru tiba di bandara itu.

Petugas bergerak cepat membersihkan bagian plafon yang rusak dan berjatuhan di lantai terminal untuk memperlancar kedatangan penumpang penerbangan terakhir pukul 23.30 WITA.

"Saat ini, kondisi terminal kedatangan sudah bersih dari serpihan plafon yang berjatuhan dilantai dan dipastikan area sekitarnya aman dilintasi penumpang penerbangan terakhir," ungkap Noor.

Menurut Noor, selain merusak plafon terminal kedatangan, tiupan angin yang sangat kencang diiringi hujan lebat, juga merusak fasilitas bandara lainnya seperti pagar pembatas bandara.

Pagar pembatas itu terletak di depan parkir pesawat (apron) tetapi bangunan pagar tidak sampai mengenai pesawat yang parkir karena jaraknya cukup jauh.

"Tiupan anginnya sangat kuat sekali sehingga pagar pembatas yang terbuat dari besi saja bisa roboh. Untungnya jarak ke pesawat cukup jauh sehingga tidak berakibat lebih buruk," ujar dia.

Kerusakan lain akibat tiupan angin kencang juga membuat satu buah papan reklame berukuran cukup besar yang terpasang di depan terminal kedatangan, roboh.

"Papan reklame roboh tetapi tidak mengenai orang sekitar karena mereka berlindung di bagian dalam terminal kedatangan saat hujan deras disertai angin kencang menerjang," kata dia.

Petugas lalu lintas bandara sempat mengeluarkan Notam atau pemberitahuan kepada pihak terkait mengenai penutupan bandara karena kondisi tersebut.

"Notam dikeluarkan pukul 21.50 WITA tiupan angin kencang dan jarak pandang yang buruk hanya mencapai 800 meter. Status itu masih berlaku hingga pukul 23.00 WITA," kata dia.







(DHI)