Kementerian ESDM Pangkas 22 Perizinan Sektor Energi

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 13 Feb 2018 00:21 WIB
kementerian esdm
Kementerian ESDM Pangkas 22 Perizinan Sektor Energi
Gedung Kementerian ESDM (Dokumentasi Setkab).

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memangkas 22 perizinan di sektor energi. Perizinan sektor minyak dan gas dipangkas kemudian digabungkan sehingga menjadi tujuh regulasi.

"Kami dari dirjen migas, menghapus regulasi ini untuk kelayakan operasi untuk standar ISO dan nantinya akan terus berjalan," kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

Menurut Ego,ada tiga poin regulasi yang disederhanakan yakni mengenai tata cara penetapan wilayah kerja. Kemudian, terkait pengaturan dana ASR (Abandonement and Site Restoration).

"Lalu, mengenai penyaluran BBM dan elpiji," ujarnya.

Ego mengatakan, pemangkasan regulasi dilakukan untuk meningkatkan investasi di sektor migas. Salah satunya, membangun kilang minyak yang membutuhkan 3000 sertifikat, kini cukup satu sertifikat saja.

Selain itu, hal menarik dari pemangkasan regulasi ini adalah izin penyaluran BBM yang biasanya memakan waktu 14 hari, kini bisa langsung ke badan usahanya. Tujuh peraturan migas itu pun akan di publikasikan pekan ini.

"Misalnya pingin jadi penyalur BBM pertamina, kemarin-kemarin ribet, kamu lamar dulu ke pertamina, pertamina bikin kerja sama, diseleksi semua segala macam, baru dikirim ke dirjen migas. Dirjen migas bisa 14 hari setuju atau enggak. Sekarang enggak perlu," pungkas dia.


(JMS)