KJRI Penang Dinilai Lamban Merespons Penganiayaan Adelina

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 15 Feb 2018 11:51 WIB
tki
KJRI Penang Dinilai Lamban Merespons Penganiayaan Adelina
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani--Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta: Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menilai Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang Malaysia lamban merespons kasus penganiayaan tenaga kerja Indonesia (TKW) Adelina Lisao. Nyawa Adelina tak tertolong setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. 

"Saya akan menelepon atase tenaga kerja di sana, karena menurut saya kerja KJRI di sana lamban," kata Irma kepada Medcom.id, Kamis, 15 Februari 2018.

Irma mengatakan seharusnya KJRI Penang tahu ketika korban Adelina dilarikan ke rumah sakit oleh majikannya. Sehingga, KJRI bisa mengulik informasi langsung dari Adelina, apa yang dialaminya selama bekerja bersama majikannya. 

Baca: KJRI Penang Segera Pulangkan Jenazah Adelina

Namun, nyawa Adelina tak lagi tertolong setelah mengalami beberapa luka dalam organ tubuhnya. Investigasi hanya bisa mengandalkan keterangan dari majikan korban. 

"Investigasi dilakukan kepada penganiaya istilahnya. Dan ini hasil investigasi pasti enggak sekomprehensif ketika korban bisa ditanyakan," jelasnya. 

Adelina Lisao merupakan tenaga kerja asal NTT yang ditemukan para tetangga majikannya. Mereka menduga ada yang tak beres saat melihat Adelina tidur di samping anjing Rottweiler hitam dan hanya beralaskan tikar jerami.

Baca: Pemerintah Diminta Kirim Nota Protes ke Malaysia

Salah satu tetangga melihat Adelina menghadapi gigitan nyamuk pada malam hari. Luka bakar yang dialami Adelina menurut tetangga telah mengeluarkan nanah. Melihat hal tersebut, Adelina berkali-kali ditanya mengenai kondisinya. Namun, dia tak merespons pertanyaan itu.

Jenazah Adelina diperiksa pihak berwenang. Dia dilaporkan meninggal karena kegagalan beberapa organ akibat kurang darah.

Seorang wanita 60 tahun ditangkap dari rumah tempat Adelina bekerja. Dua anaknya, seorang pria 39 tahun dan perempuan 36 tahun sebelumnya ditahan dan dimintai keterangan.

Polisi Penang kini tengah menunggu hasil autopsi Adelina. "Kami tidak mengesampingkan dugaan kekerasan ini terjadi berbulan-bulan, namun kami masih menunggu hasil autopsi jenazah," tutur Kepala Polisi Penang Komisaris Datuk A. Thaiveegan.



(YDH)