Kementerian Lingkungan Hidup Berikan Penghargaan pada 19 Perusahaan

Dheri Agriesta    •    Senin, 18 Dec 2017 14:15 WIB
lingkungan hidup
Kementerian Lingkungan Hidup Berikan Penghargaan pada 19 Perusahaan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Foto: MI/Irfan

Jakarta: Kementerian Lingkungah Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan karegori emas kepada 19 perusahaan. Mereka dinilai berdasarkan ketaatan terhadap peraturan pengelolaan lingkungan hidup.
 
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, penganugerahan Peniliaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2017 dibagi dalam lima kategori.

Dari 1.819 perusahaan yang mendapat penilaian, ada 19 perusahaan yang meraih kategori emas Proper 2017.
 
Selain itu, satu perusahaan masuk kategori hitam, sebanyak 130 perusahaan mendapat kategori merah, sebanyak 1.486 perusahaan mendapatkan kategori biru, 150 perusahaan kategori hijau,
 
Siti menjelaskan, sebanyak 33 perusahaan tak bisa diberikan peringkat karena sedang menjalani proses penegakan hukum, dalam tahap pemulihan lahan terkontaminasi, dan tidak beroperasi.
 
Siti mengatakan, pemerintah ingin melihat bagaimana ketaatan perusahan terhadap peraturan pengelolaan lingkungan hidup, seperti sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, limbah B3, limbah non-B3, dan pemberdayaan masyarakat.
 
"Hasil penilaian menunjukkan tingkat ketaatan perusahaan terhadap lingkungan hidup mencapai 92% atau meningkat 7% dari tahun sebelumnya," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 18 Desember 2017.
 
Dari sisi efisiensi energi, penghematan berhasil dilakukan sebanyak 230,6 juta giga joule. Data pun mencatat, air yang bisa diefisiensi sebanyak 492 juta meter kubik.

Baca: Pemerintah Diharap Fokus ke Sektor Lingkungan dan Kehutanan

Sedangkan penurunan emisi mencapai 75,7 ton. Penurunan beban air limbah mencapai 535,5 juta ton. Dan, penurunan emisi konvensional menyentuh angka 135 juta ton dan reduksi limbah padat non-B3 sebanyak 11,6 juta ton.
 
Siti menjabarkan, reduksi limbah B3 berhasil turun sebesar 13,6 juta ton. Dana yang bergulir dari program CSR pun mengalami kenaikan menjadi Rp7,31 triliun.
 
"Dari seluruh upaya tersebut, bila dilakukan penilaian nominal uang dalam bentuk rupiah secara total berhasil penghematan Rp53,1 triliun. Hasil tersebut tidak terlepas dari inovasi yang dilakukan dunia usaha," kata Siti.
 
Berikut adalah 19 perusahaan yang mendapatkan kategori emas:
 
PT Pertamina EP Asset 1-Field Rantau, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V DPPU Ngurah Rai, PT Tirta Investama Tambal, PT PErtamina Marketing Operation Region IV TBBM Rewulu, PT Aneka Tambang- Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, PT Bio Farma, PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, PT Pertamina Marketing Operation Region III TBBM bandung Group, PT Pertamina RU VI Kilang Balongan, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java Star Energy Geothermal, PT Pertamina Hulu Eergi West Madura Offshore, PT PJB UP Paiton, PT Badak NGL, PT Pertamina EP Asset 5 - Field Tarakan, PT Pupuk Kaltim, JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang, PT Bukit Asam unit Pertambangan Tanjung Enim, dan PT Medco E&P indonesia - Rimau Asset.




(FZN)