MUI Papua Minta Persoalan Pembangunan Masjid tak Dibesar-besarkan

Faisal Abdalla    •    Sabtu, 17 Mar 2018 20:34 WIB
papuatoleransi beragama
MUI Papua Minta Persoalan Pembangunan Masjid tak Dibesar-besarkan
Ilustrasi. Sejumlah umat muslim Papua melintas di depan Masjid Darul Maarif di Kali Acai, Abepura, Jayapura. (ANT/Anang Budiono)

Jakarta: Pembangunan menara Masjid Al-Aqsa di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, mendapat penolakan dari Persekutuan Gereja-gereja Kabupaten Jayapura (PGGJ). Penolakan itu tertuang dalam delapan poin tuntutan PGGJ.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, Saiful Islam Al-Payage mengatakan pihaknya menghormati surat tuntutan PGGJ sebagai suatu aspirasi. Tapi ia tetap mengingatkan kepada semua pihak untuk saling menghormati antarpemeluk agama. 

"(Penolakan) Ini menurut saya adalah aspirasi dari teman-teman PGGJ, tetapi aspirasi itu tidak bisa serta merta disetujui karena pada prinsipnya masalah-masalah pembangunan rumah ibadah tidak boleh dihalang-halangi selama sesuai prosedur yang ada. Kita adalah bangsa Indonesia yang beragam dan Papua bagian dari itu," kata Saiful ketika dihubungi Medcom.id, Sabtu 17 Maret 2018.  

Baca: Pembangunan Masjid hingga Busana Keagamaan Dipersoalkan di Jayapura

Meski begitu, Saiful yakin, masalah ini bisa diselesaikan dengan duduk bersama. Untuk itu ia meminta semua pihak tak membesar-besarkan masalah ini. 

"Saya ingin menyampaikan memang surat tuntutan ini benar adanya. Tetapi saya mengimbau, khususnya umat Islam di tanah Papua dan di Indonesia pada umumnya tidak perlu terprovokasi, karena insyallah kita bisa duduk bersama menyelesaikan persoalan ini, tidak perlu dibesar-besarkan," ucapnya.

Saiful mengatakan MUI Provinsi Papua akan menyampaikan pernyataan sikap terhadap delapan tuntutan PGGJ pada Senin, 19 Maret 2018 mendatang. Ia juga tak menutup kemungkinan akan menggelar pertemuan dengan pihak PGGJ.

"Senin besok kita hanya menyampaikan sikap. Tapi setelah itu kami juga tak menutup diri jika memang harus diadakan pertemuan antara umat Islam, teman-teman PGGJ, dan Bupati Jayapura," tukasnya. 


(LDS)