Menteri Muhadjir Tegur Siswa yang Merokok di Jalan

Antara    •    Selasa, 05 Dec 2017 14:04 WIB
pendidikan
Menteri Muhadjir Tegur Siswa yang Merokok di Jalan
Mendikbud Muhadjir Effendy--Antara/WAHYU PUTRO A

Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy turun dari mobil saat hendak rapat ke Istana Bogor. Dia menyempatkan diri menegur siswa yang merokok di jalan di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bogor, Selasa, 5 Desember 2017.

Muhadjir keluar dari mobil dan menyapa para siswa. Sontak para siswa kaget karena dihampiri Menteri Muhadjir. Kurang yakin dengan sosok yang dilihatnya, sebagian siswa lantas mengecek nomor polisi mobil Toyota Innova itu dan membenarkan mobil dinas Mendikbud dengan plat nomor RI 27.

Delapan siswa yang bergerombol itu pun lantas mematikan rokoknya dan menyalami Mendikbud. Ditanya sedang apa di luar sekolah pada saat jam pelajaran, salah seorang siswa, Ibnu Arrosyid, menjawab sudah selesai ujian akhir semester.

"Kalau sudah selesai ujian sebaiknya belajar untuk ujian besok atau pulang membantu orangtua. Jangan bergerombol dan merokok begini, kurang produktif," kata Muhadjir.

Muhadjir yang juga guru besar Universitas Negeri Malang ini masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu, yakni perkelahian yang mengakibatkan seorang pelajar tewas di kabupaten Bogor.

Baca: Tawuran Siswa SMK di Bogor, Satu Orang Tewas Dibacok

Muhadjir mengingatkan agar tidak terpancing dengan ajakan perkelahian. Menurut Muhadjir, usia muda sangat menentukan untuk memperbanyak bekal masa depan. "Jangan digunakan untuk hal-hal negatif, perbanyak aktivitas positif," pesannya.

Menariknya, usai menasehati para siswa dan menyuruhnya pulang, Mendikbud merogoh uang dari sakunya. Masing-masing siswa diberinya uang Rp100.000. "Jangan buat beli rokok ya," tukas Muhadjir.

Aksi berhenti spontan di tengah jalan ketika melihat siswa memang menjadi kebiasaan Muhadjir setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Biasanya Mendikbud membagikan buku bacaan cerita rakyat. 

Kebiasaan lainnya adalah melaksanakan apel atau upacara bendera setiap Senin di sekolah-sekolah yang dipilihnya secara acak. Tujuannya, kata Mendikbud, untuk selalu dekat dan memotivasi siswa di Indonesia. Selain itu juga untuk memupuk nasionalisme.

Mendikbud ke Bogor pada Selasa untuk menghadiri rapat di Istana Bogor bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet Kerja. Selain itu, ia juga menyempatkan menghadiri peluncuran Program Studi Pendidikan Guru PAUD di STKIP Muhammadiyah Bogor.



(YDH)