Kemenag Bantah Salah Gunakan Wewenang di Kasus ABU Tours

Faisal Abdalla    •    Selasa, 17 Apr 2018 15:37 WIB
penipuan
Kemenag Bantah Salah Gunakan Wewenang di Kasus ABU Tours
Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Antara/Saiful Bahri.

Jakarta: Ombudsman RI menemukan sejumlah malaadministrasi yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) dalam kasus biro perjalanan umrah, Amanah Bersama Ummat (ABU) Tours. Salah satunya, terjadi penyalahgunaan wewenang oleh Kemenag.
 
Hal itu disampaikan komisioner Ombudsman, Ahmad Suaedy, saat menyampaikan laporan pemeriksaan Ombudsman dalam kasus ABU Tours.
 
"Penyalahgunaan wewenang yang dimaksud misalnya memberikan kesempatan kepada ABU Tours untuk memberangkatkan calon jemaah secara ilegal setelah izinnya dicabut dengan penambahan biaya," kata Suaedy di kantor Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 17 April 2018.

Baca: Tambah Rp15 Juta/Orang, Jemaah Abu Tours Bisa Umrah

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin membantah hal tersebut. Lukman mengatakan keputusan memberangkatkan jemaah yang bersedia membayar biaya tambahan merupakan solusi dari salah satu korban.
 
"Tipologi jemaah korban ini sangat beragam. Salah satunya, mereka ingin diberangkatkan meskipun harus menambah biaya tambahan. Nah, jenis jemaah yang seperti ini harus kita fasilitasi," kata Lukman.
 
Lukman mengatakan jemaah yang bersedia membayar lebih tersebut tidak diberangkatkan oleh ABU Tours, melainkan oleh mitra ABU Tours yang memiliki izin.
 
"Jadi bukan ABU Tours yang berangkatkan mereka, jemaah hanya menggunakan seragam dan koper ABU Tours," ujar Lukman.
 
Lukman mengungkapkan keputusan memberangkatkan jemaah yang bersedia membayar lebih merupakan hasil mediasi para korban.
 
"Ini solusi, bukan pembiaran apalagi malaadministrasi apalagi membiarkan PPIU yang izinnya sudah dicabut tetap memberangkatkan," kata Lukman.




(FZN)