PLTA di Sungai Kayan Segera Dibangun

Sunnaholomi Halakrispen    •    Selasa, 17 Apr 2018 12:02 WIB
pembangkit listrik
PLTA di Sungai Kayan Segera Dibangun
Ilustrasi: Foto aerial bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Serut berkapasitas maksimal 54 megawatt di Blitar, Jawa Timur. Foto: Antara/Irfan Anshori.

Jakarta: Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie menyatakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Kayan akan dibangun tahun ini. Proyek dijalankan melalui pembiayaan kerangka inisiatif Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 (Belt and Road).

Ia menyampaikan realisasi investasi dari Tiongkok ini direncanakan bakal dilakukan secara bertahap dalam beberapa kapasitas. Pertama 900 MW, lalu 1.200 MW, hingga 3.300 MW.

"Targetnya 2018 atau 2019 ini sudah ada yang jalan, terutama PLTA di Kaltara di Sungai Kayan," kata Irianto di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Proyek PLTA yang membutuhkan investasi USD17,8 miliar tersebut akan digarap melalui skema joint venture antara perusahaan Tiongkok dan Indonesia. Kerja sama itu akan difasilitasi pemerintah agar dapat mendukung realisasi investasi di Kaltara.

Terkait pembiayaan, Irianto mengharapkan pada tahap awal dapat segera cair. Dana bisa turun setelah tim pakar badan pembangunan nasional Tiongkok datang ke Indonesia untuk mengkaji studi kelayakan proyek PLTA.

Baca: Indonesia Bisa Manfaatkan Arus Laut untuk Pembangkit

"Perdana Menteri Tiongkok (Li Keqiang) akan datang 7 Mei 2018. Nanti ada tim pakar badan pembangunan nasional Tiongkok datang kemari. Mungkin minggu ini mereka akan mengkaji hasil studi kelayakan PLTA untuk meyakinkan mereka agar dapat memberikan pembiayaan," tutur dia.

Irianto optimistis kerja sama dengan Tiongkok ini berhasil dilakukan pada 2018. Pasalnya, Presiden Joko Widodo juga meminta agar ada satu proyek dalam skema Belt and Road yang bisa terealisasi di tahun yang sama. (Antara)





(OGI)