Jelang Puasa, Pembeli di Pasar Kramat Jati Sepi

Muhammad Al Hasan    •    Rabu, 16 May 2018 16:56 WIB
panganketahanan panganstok berasRamadan 2018
Jelang Puasa, Pembeli di Pasar Kramat Jati Sepi
Pedagang di Pasar Kramat Jati - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

Jakarta: Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, senang bukan kepalang bila jelang Ramadan. Tapi tidak tahun ini. 

Pedagang mengaku jualan mereka sepi. Sumitra, 40, pedagang cabai rawit mengaku tahun ini tidak seperti tahun lalu. Lebih sepi. 

Dia menduga tradisi kepercayaan menjelang Ramadan dan libur anak sekolah menjadi pemicunya. "Pembeli nggak ada, banyak yang pulang sebab mau puasa banyak yang 'nyadrahan' lihat makam dan sebagainya. Juga libur sekolah jadi pengaruh banget biasanya belanja dua-tiga, ini satu," kata Sumitra.

Senada, Sandi, 25, pedagang rempah dan tomat, merasakan tahun ini sepi jelang Ramadan. Sepinya konsumen membuat rugi stok dagangan. Kini, ia terpaksa menjual dagangan berapa pun yang ditawarkan pembeli. 

"Kan pembelinya sepi jadi otomatis geber saja yang belanjanya. Biasanya ramai, sekarang beginilah keadaannya (sepi)," kata Sandi. 

Lain lagi dengan Muhammad, 34, pedagang daging ayam. Lapaknya sepi akibat harga ayam membubung tinggi. 

Dari semula Rp14.000 per kg kini harga ayam menjadi Rp38.000 per kg. Ia mengaku jarang mendapat pembeli semenjak harga ayam naik.

"Nggak nombok saja untung. Itu lihat stoknya masih banyak," kata Muhammad sambil memperlihatkan stok ayamnya. 

Sepinya pengunjung di momen menjelang Ramadan juga dirasakan pedagang sayur. Sunarya, 37, pedagang seledri mengaku pembeli yang biasanya mengambil barang dagangannya adalah pedagang. Awal puasa mereka libur. 

"Awal Ramadan itu pemakaiannya kurang contohnya tukang bubur, tukang baso pada ngurangin," tutur Sunarya.




(REN)