Publikasi Ilmiah Indonesia Bersaing Ketat dengan Malaysia

Husen Miftahudin    •    Kamis, 09 Aug 2018 18:15 WIB
Publikasi Internasional
Publikasi Ilmiah Indonesia Bersaing Ketat dengan Malaysia
Menristekdikti, Mohamad Nasir saat membuka Hakteknas 2018, di Pekanbaru Riau, Medcom.id/Husen Miftahudin.

Pekanbaru: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, jumlah publikasi ilmiah internasional yang dihasilkan peneliti Indonesia sudah mencapai 16.528 jurnal. Angka itu melampaui perolehan riset yang dihasilkan Singapura dan Thailand.

"Di 2018, pada posisi per 7 Agustus jam 16.15 WIB, sebelum saya berangkat ke sini (Pekanbaru), publikasi Indonesia sudah sampai di angka 16.528. Sementara Singapura hanya 12.593 dan Thailand lebih jauh lagi di angka 9.595 riset," ujar Nasir dalam kegiatan ilmiah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2018 di Hotel Labersa, Pekanbaru, Kamis, 9 Agustus 2018.

Sayangnya Indonesia masih belum menyalip publikasi ilmiah Negeri Jiran, Malaysia yang masih menduduki posisi pertama di kawasan Asia tenggara. Dengan jumlah riset yang terpublikasi secara internasional sebanyak 17.211 jurnal.

Namun demikian, capaian itu menandakan upaya Nasir meningkatkan jumlah riset Tanah Air dalam jurnal ilmiah internasional membuahkan hasil.  Nasir mengklaim telah bekerja sama dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati untuk mengurangi beban pertanggungjawaban keuangan yang kerap menyita waktu para peneliti.

Baca: Minim Riset dan Inovasi Hambat Kemajuan Daerah

Lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 106 Tahun 2016 tentang Standar Biaya Keluaran Bidang Penelitian, peneliti kini lebih banyak menghasilkan riset dan inovasi.  Jadi, kini riset cukup berbasis pada output berupa prototipe, sehingga hasilnya adalah inovasi.

"Para peneliti kini tidak lagi sibuk dengan biaya perjalanan penelitian, dan lain-lain," bebernya,

Nasir menyebutkan, pada 2015 riset-riset yang dihasilkan peneliti Tanah Air hanya berjumlah 5.400 jurnal. Padahal waktu itu Indonesia memiliki perguruan tinggi (PT) negeri dan swasta sebanyak 4.579. Ditambah jumlah dosen yang mencapai sekitar 260 ribu orang.

Jumlah publikasi ilmiah Indonesia yang bereputasi internasional waktu itu masih di bawah raihan Malaysia, Singapura, dan Thailand.  "Ini betapa sedihnya negeri ini, punya jumlah penduduk yang tidak ada apa-apanya dibandingkan negara lain di Asia Tenggara. Tapi mereka jumlah publikasinya justru luar biasa, sehingga inovasi-inovasinya jauh lebih banyak daripada kita," pungkas Nasir.


(CEU)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA