15 Korban Banjir Bandang di Garut belum Ditemukan

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 22 Sep 2016 04:05 WIB
banjir bandang garut
15 Korban Banjir Bandang di Garut belum Ditemukan
Kendaraan terseret arus banjir bandang di Garut. BNPB

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim gabungan dari BNPB, TNI, Polri dan Basarnas masih mencari korban hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Data sementara, total korban yang belum ditemukan mencapai 15 orang.

"Korban yang masih hilang 15 orang," kata Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (21/9/2016).

Dia, menjelaskan, korban hilang terdiri dari delapan orang laki-laki dan tujuh orang perempuan. Sementara untuk korban meninggal berjumlah 16 jiwa. "Di mana 15 orang berhasil diidentifikasi," jelas dia. 

Banjir bandang, kata dua, menyebabkan 1.000 jiwa harus mengungsi. Saat ini mereka ditempatkan di Mokorem 062 Tarumanegara, Apotek Wira Prima, RS Guntur, dan posko darurat. Dapur umum dan posko kesehatan telah didirikan di posko-posko pengungsian.



Untuk kerugian materi akibat bencana banjir bandang masih belum bisa ditaksir. Diperkirakan ribuan rumah mengalami kerusakan dan proses pendataan masih terus dilakukan.

"Dilaporkan rumah ada yang hanyut, rusak berat, sedang dan ringan," kata Sutopo.

Banjir bandang menerjang pada Selasa malam, 20 September. Banjir melanda tujuh kecamatan di Garut: Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan, dan Samarang.

Peristiwa ini menyebabkan belasan orang hilang. Berikut, nama-nama-korban yang belum ditemukan:
 
Laki-Laki Perempuan
  1. Ano, 60 tahun
  2. Feri, 40 tahun
  3. Putra Ibu Mimin, 3 tahun
  4. Supri, 40 tahun
  5. Putra Bapak Supri, 3 tahun
  6. Ahmad, 4 tahun
  7. Etoy, 12 tahun
  8. Endan, 45 tahun
  1. Dede Sumiayah, 52 tahun
  2. Oom, 52 tahun
  3. Lena Agustina, 18 tahun
  4. Eneng, 12 tahun
  5. Kokom, 35 tahun
  6. Ane, 35 tahun
  7. Neni Suryani, 30 tahun



(OGI)

Video /