Warga Rawajati: Pemerintah Tidak Manusiawi

Ilham wibowo    •    Kamis, 01 Sep 2016 09:28 WIB
penggusuran
Warga Rawajati: Pemerintah Tidak Manusiawi
Penertiban puluhan rumah di bantaran rel kereta api RT 09, RW 04, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan --Foto:MTVN Ilham Wibowo--

Metrotvnews.com, Jakarta: puluhan bangunan di pinggiran bantaran rel kereta api Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan mulai dirobohkan. Warga pun histeris. 

Salah satunya Reni, 30. Dia menangis histeris saat rumahnya yang ia tinggali sejak lahir diratakan dengan alat berat.

"Gila, pemerintah tidak manusiawi," kata Reni, Kamis (1/9/2016) di lokasi.

Reni mengaku belum sempat menyelamatkan seluruh barang rumah tangganya. Petugas satpol PP tak memberi dia waktu untuk berkemas.

"Ini barang saya baru setengah jam saya bereskan. Mendadak," ujarnya.

Menurut Reni, dirinya kini bingung akan tinggal dimana. Sementara kunci rumah susun yang dijanjikan oleh Pemprov DKI di Marunda, Jakarta Utara belum ia terima.

"Saya tidak cocok di Marunda, kita warga seharusnya dikasih rusun terdekat di Jakarta Selatan, kerja saya di sini," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama menyebut warga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, yang menolak direlokasi ke rumah susun dinilai terlalu manja. Sebab, lokasi rusun yang jauh selalu dijadikan alasan warga menolak direlokasi.
  
Ahok pun memperingatkan warga agar segera mengemasi barang dan berpindah ke rusun yang telah disediakan Pemprov DKI.
 
"Saya katakan, kalian banyak yang tinggal di Jakarta, pagi-pagi juga sudah berangkat masuk kerja. Itu kita pindahin bukan ke Belitung loh, masih di Jakarta juga," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin, Rabu (31/8/2016).
 
Ahok heran kenapa warga sulit dipindahkan ke tempat lebih baik. Padahal Pemprov DKI Jakarta memberikan berbagai fasilitas gratis buat warga. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun menyebut warga sudah terlalu manja.

"Dikasih bus tidak bayar, anak sekolah disediakan bus sekolah gratis, dapat KJP (Kartu Jakarta Pintar). Saya kira sudah terlalu manja," ujar Ahok.
 
Menurut Ahok, kompensasi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta sudah lebih dari cukup. Sebab, mereka selama ini menduduki lahan milik negara.


(ALB)

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

25 minutes Ago

PN Jakarta Selatan mengagendakan sidang perdana gugatan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto pa…

BERITA LAINNYA