Pada 2016, Lebih 2.000 WNI Umrah tak Kembali

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 20 Mar 2017 20:56 WIB
ibadah umrahtki ilegal
Pada 2016, Lebih 2.000 WNI Umrah tak Kembali
Ilustrasi umrah. Foto: Dok/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak Warga Negara Indonesia (WNI) menyalahgunakan ibadah umrah ke Arab Saudi untuk mencari kerja. Celakanya hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan pihak imigrasi atau Kementerian Luar Negeri. Ditjen Imigrasi Kemenkumham menyebut lebih 2.000 WNI yang melakukan praktik itu pada 2016.

"Data menunjukkan 2.000 orang di tahun 2016 yang lakukan umrah tidak kembali," kata Kasubdit Pengelolaan dan Analisis Dokumen Perjalanan Direktorat Imigrasi Kemenkumham, Agato Simamora saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin 20 Maret 2017.

Modus seperti ini kerap dilakukan untuk mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Negara-negara Timur Tengah. Wilayah itu terkena kebijakan moratorium pengiriman TKI lantaran banyak pekerja terkena masalah di sana. Sejak Februari hingga Juni 2016 Ditjen Imigrasi mendapat data dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi bahwa ada 416 WNI yang menyalahgunakan paspor.

"Izinnya umrah tapi enggak kembali. Kasus ini sudah diidentifikasi KJRI Jeddah," imbuh Agato.

Melihat kondisi moratorium TKI belum dibuka, ia menyimpulkan ada peningkatan dalam penyalahgunaan izin umrah. Sehingga perlu didesain langkah pencegahan supaya jumlah WNI yang memanfaatkan hal ini tak bertambah.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno, mengatakan, pihaknya akan memperkuat aspek administrasi pembuatan paspor.

Selain syarat dasar seperti dokumen yang bersangkutan dengam identitas, pemohon juga wajib menyertakan rekomendasi. Bila ingin pergi umrah atau haji harus ada keterangan tertulis dari Kantor Wilayah Agama, tanda pemohon terdata akan melakukan ibadah di Tanah Suci.


(MBM)