Cendekia

Mengubur Stigma Anak-anak Panti Asuhan

   •    Senin, 20 Mar 2017 11:30 WIB
anak indonesia
Mengubur Stigma Anak-anak Panti Asuhan
Ilustrasi. (ANTARA/Rahmad)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak-anak panti asuhan lekat dengan cap pembuat masalah, minim prestasi, dan tak memiliki keterampilan. Stigma demikian sebagai penerimaan diri yang kemudian menghambat anak-anak panti asuhan untuk berprestasi.

Padahal, menurut Pendiri Yayasan Prima Unggul Martinus Gea, anak-anak panti asuhan adalah anak-anak biasa yang punya potensi luar biasa. Hanya saja, nasib yang membedakan mereka. 

"Anak-anak panti ini punya potensi. Saya selalu katakan, kita jangan melihat sisi lemahnya, tapi kita melihat kekuatan dalam diri mereka, anak-anak panti yang luar biasa," kata Martinus dalam Cendekia, Sabtu 18 Maret 2017.

Martinus merasakan betul bagaimana nasib membuatnya harus tinggal di panti asuhan. Sepeninggal kedua orang tua, membuatnya tak punya banyak pilihan selain bertahan di panti untuk mendapatkan apa yang semestinya ia peroleh. Sayang, setelah keluar dari panti, dirinya tak siap membaur dengan dunia luar dan harus menghadapi kerasnya hidup.

"Ketika keluar dari panti, saya baru merasakan arti derita itu sendiri. Makan saja susah, kerja tidak ada keterampilan," katanya.



Berbekal itulah, Martinus membulatkan tekad untuk mendirikan wadah bagi para anak-anak kurang mampu, Yayasan Prima Unggul. Bukan panti asuhan biasa yang memfasilitasi tempat tinggal, tapi juga pendidikan dan keterampilan. 

"Pendidikan tidak asal sekolah tapi sekolah yang betul-betul berkualitas yang mengantar mereka bisa menjadi orang kreatif, jiwa seorang enterpreneur yang kelak mampu berwirausaha," ungkapnya.

Tak hanya pendidikan, Martinus juga menekankan tiga hal kepada anak-anak panti yang kemudian menjadi kewajiban. Pertama, mengubah pola pikir bahwa anak-anak panti asuhan diidentikkan dengan pembuat masalah. Anak-anak panti juga punya potensi untuk berprestasi. Kedua, membentuk karakter. Kejujuran, kedisiplinan, dan keramah tamahan agar lebih mudah berbaur dengan masyarakat.

"Dan ketiga kita latih mereka keterampilan karena inilah bekal mereka tinggal di tengah masyarakat," katanya. 




(MEL)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

3 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA