TNI akan Menginvestigasi Ledakan Meriam di Natuna

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 18 May 2017 11:58 WIB
tni
TNI akan Menginvestigasi Ledakan Meriam di Natuna
Seorang prajurit TNI terluka akibat ledakan meriam Giant Bow, Rabu 17 Mei 2017. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Tentara Nasional Indonesia (TNI) belum dapat menyimpulkan insiden kecelakaan senjata yang terjadi di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Insiden yang menewaskan empat prajurit TNI tersebut masih diselidiki.

"Ya, masih kita investigasi. Saya sendiri belum ke sana. Ya, mungkin ada kelainan barang kali, tapi masih diinvestigasi," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Mulyono membeberkan senjata yang menewaskan prajuritnya itu ialah meriam jenis Giant Bow. Giant Bow adalah salah satu senjata penangkis serangan udara jarak sedang milik TNI AD.

Giant Bow merupakan meriam buatan Tiongkok yang dibeli Indonesia pada 2008. Karena itu, Mulyono mengaku akan mencari tahu penyebab senjata itu macet sehingga menyerang prajuritnya.

"Kan yang lain tidak, yang ini macet. Itu yang sedang kami selidiki. Itu yang kita investigasi," ucap dia.

Baca: Jenazah 4 Prajurit TNI Dipulangkan

Mulyono menambahkan, pihaknya juga akan memeriksa sejumlah saksi yang ada pada kejadian tersebut. Termasuk, prajurit yang mengendalikan senjata.

"Ya, yang di lapangan saja. Kan sekarang sudah ada tim juga. Semua ditanya," kata dia.

Empat prajurit TNI AD tewas terkena ledakan meriam saat gladi resik latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Kabupaten Natuna, Kepri, Rabu, 17 Mei 2017. Ledakan juga membuat enam prajurit terluka.

Seluruh korban berasal dari satuan Balatyon Arhanud 1 Kostrad. Korban yang terluka langsung dirawat di RSUD Natuna.




(UWA)

Novanto Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Novanto Jalani Sidang Perdana Hari Ini

35 minutes Ago

Agenda sidang perdana ialah pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum pada KPK.
 

BERITA LAINNYA