Selamat Pagi Indonesia

Cerdas Menggunakan Media Sosial

   •    Senin, 17 Apr 2017 14:10 WIB
pilgub dki 2017
Cerdas Menggunakan Media Sosial
Kampanye anti-hoax. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko)

Metrotvnews.com, Jakarta: Media sosial kerap digunakan sebagai senjata untuk menyerang karakter seseorang. Tak hanya untuk menjatuhkan, media sosial juga dijadikan 'sarang' berita-berita dan isu negatif untuk memberikan citra buruk pada seseorang, tak terkecuali dalam kontestasi pilkada DKI Jakarta.

Pengamat media sosial Nukman Luthfie mengatakan, biasanya akun-akun anonim menggunakan media sosial untuk melancarkan aksi-aksi. Meski terbilang mudah, Nukman tetap meminta para pengguna akun itu untuk hati-hati.

"Ada kecenderungan orang kampanye di media sosial dengan akun pribadi anonim itu menjelekkan lawan, paslon lawan dan itu rawan terpeleset fitnah dan hoax. Hati-hati bisa terjerat UU ITE," kata Nukman, dalam Selamat Pagi Indonesia, Senin 17 April 2017.

Nukman tak khawatir dengan para buzzer yang melancarkan isu-isu negatif pilkada di media sosial karena sudah terlatih dan paham akan konsekuensi. Dia justru khawatir dengan awam yang menggunakan media sosial untuk menyerang orang lain.

"Kalau yang bermain biarlah bermain, karena sudah pintar. Yang berbahaya ini yang awam. Sebaiknya yang awam dua hari ini ngomong yang lain deh," kata dia.

Nukman mengatakan ada hal-hal yang bisa dihindari agar pengguna media sosial tak tergiring dengan opini pembuat berita palsu atau isu negatif. Salah satunya adalah menghindari menyebar isu atau berita yang berbau SARA. Sebab hampir dapat dipastikan, muatan SARA berasal dari pembuat konten yang tidak bertanggung jawab.

"Begitu membaca tweet atau konten di media sosial 'gatal' pengen sebar, tunda dulu. Karena apapun yang buat 'gatal' itu berbahaya, cek ricek dulu. Sepanjang informasi yang disiarkan lewat media sosial bersumber dari media resmi boleh dibagikan," kata Nukman.

Yang terakhir, kata Nukman, usahakan agar membuat konten sendiri, tidak mengambil dari apa yang sudah disiarkan atau melansir dari sumber-sumber yang tidak kredibel. 

"Kalau diri sendiri kan dia create sendiri, asal enggak ngawur. Ngawur atau tidak kan dia bisa tahu karena dia buat sendiri," jelasnya.




(MEL)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

21 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA