Aspal Sampah Plastik Dipastikan Aman

Putri Rosmala    •    Kamis, 10 Aug 2017 11:43 WIB
sampahramah lingkungan
Aspal Sampah Plastik Dipastikan Aman
Aspal campuran limbah plastik di sekitar gedung rektorat Universitas Udayana, Bali. Foto: Metrotvnews.com/Raiza

Metrotvnews.com, Jakarta: Penggunaan sampah plastik sebagai bahan baku aspal dianggap sebagai upaya efektif untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Indonesia. Hal tersebut dapat menjadi solusi pengelolaan sampah plastik yang sampai saat ini masih menjadi persoalan.

"Itu (aspal sampah plastik) merupakan terobosan yang bagus untuk mengurangi sampah plastik," ujar Direktur Pusat Teknologi Lingkungan (PTL BPPT) Rudi Nugroho, ketika dihubungi kemarin.

Rudi mengatakan, meski menggunakan bahan baku plastik, jalan yang terbuat dari aspal tersebut akan tetap aman bagi masyarakat. Tidak akan muncul emisi yang membahayakan dari plastik yang telah diolah tersebut. Aspal itu memiliki komposisi 90% aspal dan 10% sampah plastik.

"Emisi yang membahayakan tidak akan muncul karena plastik yang dicampur aspal tersebut dari jenis PP atau PE yang tidak ada unsur chlor-nya," ujar Rudi.

PP atau polypropylene ialah bahan plastik yang biasa digunakan untuk kemasan makanan kering, sedotan, kantong obat, penutup botol, dan sejenisnya. Sementara itu, PE atau polyethylene ialah bahan plastik yang digunakan sebagai kemasan minuman atau cairan.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) telah melakukan uji coba pemanfaatan sampah plastik sebagai campuran aspal pada akhir Juli lalu. Uji coba tersebut dilakukan di jalan sepanjang 700 meter di Universitas Udayana, Bali.

Selanjutnya, perluasan penggunaan teknologi tersebut akan dilakukan untuk pengaspalan di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Peraturan disempurnakan

Penggunaan sampah plastik sebagai bahan aspal merupakan bagian dari usaha untuk mengurangi timbunan sampah plastik di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton.

Sampah plastik diperkirakan mencapai 9,52 juta ton atau 14% dari total sampah itu. Berdasarkan data Jambeck Research Group, University of Georgia, pada 2015 Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut. Sampah itu mencapai 187,2 juta ton.

Di urutan pertama ada Tiongkok. Sampah plastik mereka mencapai 262,9 juta ton. Indonesia berkomitmen mengurangi sampah plastik laut tersebut hingga mencapai 70% pada 2025.

Sementara itu, penerbitan Peraturan Menteri LHK tentang Pengurangan Sampah plastik masih terus dinantikan. Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan saat ini proses penerbitan peraturan tersebut masih berlangsung pada tahap pengembalian berkas ke Sekretaris Kabinet RI.

Seluruh dokumen rancangan peraturan menteri itu, beserta naskah akademik, dan hasil survei pendukungnya, tengah disempurnakan. Hal itu dilakukan guna menghasilkan aturan yang bersifat menyeluruh dan harmonis.

Nantinya, selain ada peraturan menteri LHK, ada peraturan tentang penerapan cukai plastik dan gerakan nasional sampah plastik yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. "Dengan begitu, hasilnya nanti lebih baik," kata Menteri Siti. (H-3)


(UWA)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA