Upaya Menggaet Milenial Berkunjung ke Museum

Rosa Anggreati    •    Rabu, 10 Oct 2018 18:41 WIB
berita kemenko pmk
Upaya Menggaet Milenial Berkunjung ke Museum
Rapat Koordinasi Pengelolaan Museum untuk Generasi Milenial, di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018 (Foto:Dok.Kemenko PMK)

Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memiliki perhatian mendalam terhadap pengelolaan museum di Indonesia. Museum bukan hanya milik generasi zaman dahulu, tetapi juga milik generasi sekarang dan mendatang.

"Generasi milenial yang cinta dengan museum merupakan cerminan implementasi revolusi mental sehingga warisan kebudayaan asli Indonesia dapat semakin dilestarikan, menguatkan jati diri, dan karakter bangsa," ucap Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK Pamuji Lestari, dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Museum untuk Generasi Milenial, di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Turut hadir pada rapat ini perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wiendu Nuryanti Ph.d, serta mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo yang menjadi keynote speaker.

Guna semakin menguatkan kecintaan generasi milenial terhadap musem, Kemenko PMK mendorong implementasi gerakan cinta museum. 

"Sesuai fungsi PMK, kita mendorong adanya edaran untuk gerakan cinta museum. Edaran ini penting karena dengan edaran ini, maka gerakan cinta museum dapat lebih masif bergerak dan menciptakan multiplier effect baik untuk guru, siswa, maupun museumnya,” kata Tari.

Kemenko PMK pun berkoordinasi dengan sejumlah kementerian untuk mendongkrak kunjungan generasi milenial ke museum. 

"Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, karena akses ke museum harus didorong oleh mereka. Di PMK sudah ada direktur perencanaan kawasan strategis yang dapat berkoordinasi dengan baik," ucap Tari.

Namun, yang masih menjadi pekerjaan rumah ialah bagaimana menggaet kaum milenial agar mau berkunjung ke museum ketimbang ke pusat perbelanjaan?

"Pengelola museum harus mampu beradaptasi dengan situasi terbaru, khususnya terkait keterbukaan informasi dan pemanfaatan teknologi digital maupun media sosial, sehingga dapat menarik generasi milenial berkunjung ke museum,” ujar Akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wiendu Nuryanti, Ph.d. 

Menurut Wiendu, milenial merupakan generasi yang powerful karena memiliki pengaruh dan kekuatan untuk menjadi trend setter. Mereka memiliki jaringan dan aktif menggunakan media sosial.

"Keunggulan ini harus benar-benar diperhatikan dan dimanfaatkan oleh pengelola museum. Inilah salah satu kunci menarik kunjungan generasi milenial ke museum,” kata dia.

Oleh karena itu, pengelola museum harus lebih inovatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan kaum milenial. Misalnya, menyediakan spot foto yang menarik minat kaum milenial untuk membagikannya di media sosial.

Contoh, Museum Modern and Contemporary Art of Nusantara (Macan). Galerinya memikat generasi milenial dan bahkan digunakan untuk melakukan selfie hingga harus antre. Padahal, tiket masuknya relatif mahal, Rp100 ribu. Ada juga Museum Angkut di Malang yang menarik kunjungan kaum milenial. 

"Pola pikir yang menyatakan museum sebagai lembaga non-profit harus diubah menjadi not for profit. Museum saat ini harus memperoleh pemasukan supaya dapat membiayai kegiatan operasionalnya sehingga mampu terus menyesuaikan dengan perkembangan era digital. Untuk pengelolaannya dapat dibentuk Badan Layanan Umum (BLU) sehingga museum semakin berkembang,” ujar Indroyono Soesilo.

Pendapat serupa dituturkan oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Fitra Arda. Perubahan pola pikir pengelola museum merupakan hal penting untuk mendorong museum beradaptasi mengikuti perkembangan era digital sehingga menarik minat generasi milenial. 

"Salah satunya, kita melibatkan komunitas dan profesional untuk mengelola seluruh kegiatan museum sehingga program-program yang dibuat sesuai dengan zamannya. Saat ini, kita arahkan kepada geneasi milenial," kata Fitra.


(ROS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA