Indonesia-Malaysia Jajaki Kerja Sama Kajian Manuskrip Asia Tenggara

Malaysia Tawarkan Bantuan Mendigitalisasi Manuskrip Nusantara

Intan Yunelia    •    Jumat, 11 Jan 2019 17:30 WIB
kebudayaan
Malaysia Tawarkan Bantuan Mendigitalisasi Manuskrip Nusantara
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (kanan) saat menerima Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee bin Malik, di Kantor Kementerian Agama, Kemenag/Humas.

Jakarta:  Malaysia menawarkan bantuan untuk mendigitalisasi manuskrip nusantara di Indonesia. Menyusul rencana Kementerian Agama yang ingin membangun Pusat Manuskrip Nusantara dalam waktu dekat.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee bin Malik sepakat menjalin kerja sama terkait kajian manuskrip Asia tenggara.  "Kami di Kementerian Agama (Kemenag) sejak beberapa tahun terakhir fokus melakukan kajian manuskrip. Ke depan kami ingin membangun Pusat Manuskrip Nusantara," ujar Lukman, di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2018.

Menurutnya, kajian manuskrip nusantara ini menjadi perhatian Kemenag. Karena banyak khasanah keilmuan yang ada dan tersebar di dalamnya belum tergali dan terinventarisir dengan baik.

"Padahal khasanah-khasanah yang ada di dalam manuskrip kita sangat kaya," terang Lukman.

Baca: Menag Resmikan Institut Agama Kristen Negeri Manado

Sementara itu, Maszlee menceritakan bahwa saat ini Malaysia telah mengembangkan digitalisasi manuskrip. Dia menawarkan untuk membantu jika dibutuhkan.

"Kita banyak koleksi digital. Jika diperlukan, kami bisa membantu untuk digitalizing manuscript," papar Mazslee.

Maszlee mengapresiasi perhatian yang diberikan Kemenag RI untuk manuskrip Nusantara. Sebab kajian manuskrip yang ada di Malaysia ini juga mencakup manuskrip yang tersebar di Asia Tenggara.

"Ada yang dari Mindanao misalnya. Manuskrip yang ada  di Asia Tenggara sebenarnya tak kalah dengan yang ada di Arab Saudi dan lainnya," tandasnya.

Kajian manuskrip ini penting untuk dilakukan. Terutama untuk para generasi masa depan.  "Apalagi kita satu rumpun. Ini di hari depan akan jadi peninggalan bagi anak cucu kita," pungkasnya.


(CEU)