Mutilasi di Cengkareng

Keluarga Yakin Iin tak Menganut Ilmu Hitam

Riyan Ferdianto    •    Jumat, 07 Oct 2016 18:50 WIB
kasus mutilasi
Keluarga Yakin Iin tak Menganut Ilmu Hitam
Rumah yang dikontrak keluarga Mutmainah. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Keluarga Mutmainah alias Iin masih menyakini, perempuan 28 tahun itu tak sepenuhnya salah. Ibu Iin, Komala, 60, menduga putrinya depresi lantaran pernikahannya dengan Aipda Deni Siregar tak harmonis. Dugaan menganut ilmu hitam pun dibantah. 

Komala menceritakan sejak awal pernikahan dengan Deni, hidup anaknya serba pas-pasan.

"Sebelumnya mereka tinggal di rumah saya, terus pindah ke kontrakan, mereka juga baru dua bulan disana. Ekonomi keluarganya sangat pas-pasan," ujar Komala saat berbincang kepada Metrotvnews.com di kediamannya, Cengkarang Jakarta Barat, Jumat (7/10/2016)

Wanita paruh baya ini menyakini, Iin tega berlaku keji pada anaknya, Arjuna dan Kalisa karena depresi berat. Dia membantah, pernyataan polisi yang menduga Iin menganut ilmu hitam. 

"Tidak sama sekali anak saya punya ilmu hitam. itu semua karena depresi berat yang disebabkan suaminya," katanya

Mutmainah saat ini masih menjani peneriksaan psikologi di Rumah Sakit Kramatjati Jakarta Timur. Menurut Komala, keadaan putrinya sudah semakin membaik namun belum bisa dimintai keterangan.

Selain itu Komala meminta suami Iin, Deny, untuk menjenguk dan memberi penjelasan terkait yang dialami istrinya.

"Sudah membaik, Alhamdulilah, tapi belum jelas bicaranya. saya juga mau suaminya datang untuk menjenguk. Sudah hampir satu minggu belum datang. Ini semua juga karena dia, seharusnya tanggung jawab," ungkap Komala

Pada 2 Oktober malam, warga Gang Jaya, Menceng, Kalideres, Jakarta Barat, geger oleh kabar peristiwa pembunuhan.

Iin yang pendiman itu membunuh dan memutilasi anak kandungnya yang berusia satu tahun, Arjuna. Iin juga memotong telinga anak pertamanya, Kalisa, yang kini berusia dua tahun.

Iin memotong beberapa bagian tubuh Arjuna di rumah kontrakan di Jalan Jaya 24, No 24, RT04/10, Cengkareng. Kejadian itu terungkap pada Minggu 2 Oktober malam oleh tetangga pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan Iin masih sulit berkomunikasi. Sampai saat ini dia merasa tak pernah terjadi apa-apa, apalagi membunuh dan memutilasi Arjuna.

"Pembicaraannya masih belum fokus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro, Rabu 5 Oktober.

Menurut Awi, jangankan mengaku, mengingat apa yang pernah dilakukannya Iin tidak bisa. Awi menjelaskan, Iin sudah dua tahun mendalami ilmu tertentu. Untuk menyempurnakan ilmu itu, Iin mengaku mendapat bisikan gaib buat membunuh anaknya.


(LDS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA