Tiongkok Berupaya Melampaui Box Office Amerika

Wandi Yusuf    •    Kamis, 08 Nov 2018 09:34 WIB
World Conference on Creative Economy (WCCE)
Tiongkok Berupaya Melampaui Box Office Amerika
President of China Film Group Corporation Le Ke Xi/Medcom.id/Wandi Yusuf

Nusa Dua: Dua tahun mendatang China yakin bisa melampaui jumlah film laris atau box office milik Amerika Serikat. Keyakinan itu disampaikan President of China Film Group Corporation, Le Ke Xi, di sela-sela pelaksanaan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) 2018, di Nusa Dua, Bali.

Ia bercerita 20 tahun silam industri perfilman di Tiongkok jauh tertinggal. Namun, setelah reformasi, jumlah box office di Tiongkok 100 kali lipat lebih banyak dari dua dekade lalu.

"Industri perfilman Tiongkok kini saat ini sangat pesat. Setiap tahun peningkatan box office-nya lebih dari 10 persen," kata Le Ke, Rabu, 7 November 2018.

Jumlah penduduk Tiongkok yang mencapai 1,4 miliar orang, kata dia, membuat industri perfilman di sana bergerak cepat. Bahkan, Hollywood yang menjadi kiblat perfilman dunia, melirik pasar Tiongkok.

"Makanya, kami optimistis dua tahun ke depan box office di Tiongkok bakal melebihi Hollywood," katanya.

Baca: Belajar dari Lisa Russell

Penduduk yang banyak, kata Le Ke, akan menjadi ekosistem yang baik bagi industri film di Tiongkok, baik secara kualitas maupun kuantitas. "Dengan adanya pasar dan ekosistem seperti ini, perfilman di luar Tiongkok, terutama Hollywood, juga menjadi proaktif untuk bekerja sama dengan Tiongkok," kata dia.

Le Ke juga tak gentar bersaing dengan industri perfilman dunia. Menurutnya, ekosistem perfilman di Tiongkok saat ini sudah sangat mapan. "Kami sudah punya sistem, teknologi, dan sumber daya manusia yang sangat memadai di industri film. Sudah sangat komplet," katanya.

Ia melihat persaingan yang ketat antarindustri film akan membuat sineas Tiongkok semakin terasah. Kerja sama produksi film dengan negara lain, ujarnya, justru akan menambah keahlian pembuat film lokal. "Rantai ini akan menghasilkan karya yang lebih bagus."

Baca: Penonton Bioskop Menuju 50 Juta

Le Ki adalah satu dari puluhan pembicara yang dihadirkan di forum WCCE 2018. Selain dia, ada peraih kategori sutradara terbaik di ajang Emmy Award, Lisa Russell; CEO Elevation Barn, Will Travis; CEO and Founder of Bolanle Austen-Peter Production, Bolanle Austen-Peter; CEO and Co-Founder Moonton (Mobile Legends), Justin Yuan; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Co-founder dan CEO of Net Mediatama Television, Wishnutama Kusubandio; dan lainnya.

WCCE 2018 merupakan konferensi internasional pertama yang membahas mengenai ekonomi kreatif. Sebanyak dua ribu peserta akan hadir mulai dari pemain ekonomi kreatif, regulator, akademisi, dan masyarakat sipil. Ada empat isu utama yang akan dibahas, antara lain kohesi sosial, regulasi, pemasaran, serta ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.

Konferensi ini akan menghasilkan Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB tahun depan. Harapannya, deklarasi ini semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia, mengingat saat ini telah memasuki era industri 4.0.


(OJE)