Pengangguran Lulusan SMK Turun 0,17 Persen

Intan Yunelia    •    Kamis, 06 Dec 2018 16:22 WIB
Pendidikan Vokasi
Pengangguran Lulusan SMK Turun 0,17 Persen
Siswa jurusan Teknik Las melakukan praktikum pengelasan plat besi di SMK N 1 Sayung di Demak, Jawa Tengah, ANT/Aji Styawan.

Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan di 2018 ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berada pada tren positif. Dimana ada penurunan sebesar 0,17 persen.

“Pada tahun 2017, TPT lulusan SMK sebesar 11,41 persen, pada tahun 2018 turun menjadi 11,24 persen. Terdapat penurunan sebesar 0,17 persen,” kata Muhadjir dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengatakan, lulusan SMK yang masuk dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut bukanlah lulusan SMK yang sudah mendapatkan dampak dari kebijakan revitalisasi SMK. Program revitalisasi SMK ini berjalan sejak pertengahan 2017 lalu.

“Kita harapkan dengan revitalisasi SMK, bisa menekan tingkat pengangguran SMK. Ini juga jadi tantangan bagi Kemendikbud, apakah bisa membuktikan bahwa revitalisasi SMK berjalan sesuai yang diharapkan,” ujar Muhadjir.

Baca: Revitalisasi SMK Butuh Perbaikan agar Sesuai Zaman

Kemendikbud juga memberikan penghargaan kepada mitra SMK, yaitu dunia usaha dan dunia industri.  Mereka dianggap telah berkontribusi dan memberikan perhatian terhadap pengembangan kompetensi lulusan SMK. 

Lima perusahaan yang menerima penghargaan Peduli SMK tersebut adalah L’Oreal Indonesia, PT. Astra Honda Motor (AHM), PT. PLN Persero, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart), dan Yamaha Motor Manufacturing Indonesia.

General Manager (GM) Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, salah satu penerima penghargaan mengatakan, akan menjadi pendorong bagi perusahaan dalam meningkatkan pengelolaan implementasi Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (KTBSM) Astra Honda. Hingga saat ini telah diimplementasikan di 682 SMK mitra binaan di berbagai wilayah di Indonesia. 

Kurikulum ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan mengajarkan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan teknik terkini sesuai perkembangan industri. “Apresiasi ini bukan hanya untuk kami, tapi juga bagi seluruh guru dan anak didik SMK mitra binaan. Ini tantangan buat kami untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran agar dapat melahirkan alumni SMK yang berkualitas di penjuru negeri,” papar Ahmad.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA