Bantuan Dana Dinilai Lebih Efisien

Dheri Agriesta    •    Selasa, 09 Oct 2018 18:20 WIB
Gempa Donggala
Bantuan Dana Dinilai Lebih Efisien
Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah telah mendapat bantuan tenda dan makanan yang cukup. Ia berharap bantuan asing berupa dana.

"Kalau paling gampang bantu sekarang itu dengan dana, paling gampang," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Oktober 2018.

Meski begitu, Wakil Presiden Jusuf Kalla tetap menghargai bantuan barang yang diberikan asing. Tapi, tak jarang bantuan yang dikirimkan tersebut tak dibutuhkan korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi.

Ada banyak mekanisme bantuan yang diberikan negara sahabat. Namun, Kalla menegaskan pemerintah tak mengharapkan bantuan dana dari negara sahabat untuk penanganan gempa.

"Beda dengan tsunami dulu, kita harapkan bantuan. Ini tidak, ini ya kalau ingin bantu terima kasih tapi kita tidak minta," jelas Kalla.

(Baca juga: Belanda Sumbang Rp87,5 Miliar untuk Sulteng)

Bantuan yang bersifat dari pemerintah ke pemerintah akan dikirimkan ke rekening menteri keuangan. Sedangkan bantuan dari organisasi nonpemerintah dapat diberikan ke Palang Merah Indonesia.

Hingga saat ini, JK belum mengetahui angka pasti bantuan yang telah diterima Indonesia. Ia menegaskan, pemerintah tak bergantung terhadap bantuan itu untuk menangani gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Insyaallah bisa kita tangani, walau memang dalam kondisi ini kita harus efisien," kata dia.

Gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Palu, Donggala, dan Sigi pada 28 September 2018. Gempa berskala besar itu disusul hempasan tsunami. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 2.002 orang menjadi korban jiwa akibat bencana ini.

Sebanyak 18 negara telah merealisasikan bantuan penanganan bencana. Negara itu di antaranya, Korea, Jepang, Swiss, Singapura, Tiongkok, Qatar, Turki, India, Spanyol, Vietnam, Malaysia, Inggris, Selandia Baru, Australia, Russia, Pakistan, dan Denmark.





(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA