Menko Puan Tinjau Kesiapan Pelaksanaan Ibadah Haji di Arab Saudi

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 21 Apr 2017 10:53 WIB
haji
Menko Puan Tinjau Kesiapan Pelaksanaan Ibadah Haji di Arab Saudi
Menko PMK Puan Maharani (tengah) memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri didampingi Menteri Agama Lukman Hakim (kiri) dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kanan) di Kemenko PMK, Rabu (22/3)--ANTARA/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyelenggaraan Ibadah Haji 1438 H/2017 M jauh-jauh hari dipersiapkan. Sejumlah rapat koordinasi monitoring dan evaluasi telah digelar.

Sukses penyelenggaraan Ibadah Haji tak lepas dari upaya kerja bersama dan gotong royong. Demikian pengantar Menko PMK, Puan Maharani, saat memimpin rapat di Kota Madinah pada hari pertama kunjungan kerjanya ke Arab Saudi.

"Jamaah Haji asal Indonesia harus dapat menikmati berbagai layanan mulai dari yang pokok, hingga ke masalah terkecil sekalipun. Termasuk terpenuhinya ketersediaan air minum bagi para Jamaah dalam menghadapi badai panas (heat stroke) di Tanah Suci,” ujar Menko Puan dalam pesan elektronik yang diterima Metrotvnews.com, Jumat 21 April 2017.

Menko PMK menyimak laporan terkini Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin. Antara lain memaparkan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH); akomodasi Jamaah baik selama berada di Madinah maupun Makkah; dan profil Jamaah Haji asal Indonesia yang dipastikan berangkat menunaikan Ibadah Haji pada Musim Haji tahun 2017.  

Baca: Biaya Haji 2017 Rp34,9 Juta

Per 18 April 2017 hingga pukul.17.00 WIB, pelunasan BPIH untuk Haji Reguler telah dilunasi oleh sebanyak 111.159 calon haji atau sekitar 54,49 persen. Haji Khusus sebanyak 10.773 calon haji atau sekitar 68,78 persen.

Para calon haji yang akan berangkat untuk usia 45-50 tahun. Jumlahnya mencapai 24,05 persen. Usia kurang dari 41 tahun sekitar 10,88 persen. Usia 51-60 tahun mencapai 32,15 persen. Usia di atas 60 tahun mencapai 24 persen, dan calon haji  yang tergolong berisiko tinggi mencapai 67 persen.

Baca: Kuota Haji Indonesia 2017 Sebanyak 221 Ribu

Kuota Jamaah Haji Indonesia diketahui sudah kembali normal 100 persen atau menjadi 221 ribu calon haji. Termasuk tambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah, terdiri atas 204.000 calon haji reguler dan 17.000 calon haji khusus.

Sejauh ini, Kemenag telah mengupayakan pemondokan atau akomodasi Jamaah selama berlangsungnya ibadah haji yaitu di Kota Makkah telah mencapai 98,95 persen, atau berkapasitas sekitar 205.394 calon haji.

Sedangkan di Kota Madinah mencapai 36,72 persen atau berkapasitas sekitar 75.429 calon haji. Akomodasi di Makkah berada di enam wilayah, yaitu; Aziziah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah dan Raudah.

Sekitar 207.880 calon haji ditampung menggunakan 150 Hotel. Ke-150 hotel di enam wilayah itu telah dipastikan 100 persen khusus menampung Jamaah asal Indonesia dengan repeat order sebanyak 56 persen, dan sisanya merupakan hotel baru.

Sedangkan kebutuhan akomodasi Jamaah haji di Kota Madinah sebanyak 207.740 pax. Progress negoisasi pemondokan telah mencapai 36 persen yang direncanakan dapat menampung sekitar 75.429 calon haji.

Puan meminta calon haji paham dan siap atas segala tahapan pelaksanaan ibadah haji. Sesuai dengan kegiatan Manasik haji yang dilatih sejak masih di Tanah Air. Puan mengungkapkan perhatiannya terhadap kondisi kesehatan para calon haji asal Indonesia.

"Pemerintah mengimbau agar Jamaah Haji Asal Indonesia dapat memahami kondisi tubuh mereka masing-masing. Untuk kemudian melakukan berbagai cara agar kondisi kesehatan serta stamina Jamaah Haji tetap prima," harap Puan.

Terlebih akan ada sekitar dua juta Jamaah Haji dari seluruh dunia berkumpul di kawasan ARMUZNA (Arafah-Muzdalifah-Mina), dalam mengikuti puncak kegiatan ibadah haji. "Saya minta Tim tenaga kesehatan terus berkoordinasi hingga nanti para Jamaah selesai melaksanakan ibadah hajinya," kata Puan.




Puan mengingatkan agar ke depan diusahakan 100 persen pemondokan menggunakan kontrak jangka panjang, sehingga dapat ditekan biayanya. Selain itu, Puan mengingatkan pentingnya gizi dalam menu makanan serta mempertimbangkan cita rasa Indonesia.

Terkait pelayanan di Arofah Menko PMK mengingatkan kembali Menteri Agama agar terus meminta kepada Pemerintah Arab Saudi ikut memperhatikan fasilitas toilet. Setiap tenda hendaknya dilengkapi dengan AC yang memadai, agar secara tidak langsung mengurangi risiko heat stroke. Setiap tenda harus di perhatikan ketersediaan air minum, agar Jamaah haji tidak mengalami dehidrasi.

Hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegibriel, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono serta para pejabat terkait.


(YDH)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

11 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA