Polda Metro Jaya Antisipasi Penyalahgunaan PCC

Ilham wibowo    •    Jumat, 15 Sep 2017 20:43 WIB
obat berbahaya
Polda Metro Jaya Antisipasi Penyalahgunaan PCC
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya mewaspadai peredaran dan penyalahgunaan obat Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan menggandeng sejumlah instansi untuk mencegah penyalahgunaan obat yang efeknya bisa menghilangkan nyawa tersebut.

"Nanti kita cek ke penyidik narkoba untuk mengantisipasi itu," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat 15 September 2017.

Baca: Mengenal PCC, Obat Nyeri yang Sebabkan Kecanduan

Argo menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi mengenai penyalahgunaan obat PCC di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Meski demikian, mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu mengimbau masyarakat untuk ikut serta mengawasinya.

"Masyarakat harus curiga kalau ada transaksi obat-obatan (secara ilegal). Segera lapor Polisi," jelas Argo.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, sebenarnya pil PCC ini tak berbahaya, kecuali dikonsumsi berlebihan.

Menurut Koesmedi, PCC merupakan obat penghilang rasa sakit. Ia menyarankan pihak yang mengkonsumsi PCC agar disertai dengan resep dokter.

"Minum obat itu kalau sakit, kalau tidak, ya jangan. Kalau obat itu harusnya diminum cuma dua atau tiga kali. Jangan diminum sampai 10 atau 15 kali," ungkap Koesmedi.

Baca: BPOM Segera Bentuk Tim Pemberantasan Penyalahgunaan Obat

Keberadaan obat ilegal kembali jadi sorotan. Kasus terakhir datang dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Puluhan anak berusia 15-22 tahun dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Kendari karena mengalami gejala gangguan mental usai mengonsumsi obat-obatan, seperti somadril, tramadol, dan PCC.

Ketiga jenis obat itu dicampur dan diminum secara bersamaan dengan menggunakan minuman keras oplosan. Akibatnya, seorang siswa kelas 6 sekolah dasar meninggal. Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari paling banyak menangani korban.

Hingga 14 September pukul 14.00 WIB, Kementerian Kesehatan mencatat ada 60 korban penyalahgunaan obat-obatan yang dirawat di tiga RS, yakni RS Jiwa Kendari (46 orang), RS Kota Kendari (9 orang), dan RS Provinsi Bahteramas (5 orang). Sebanyak 32 korban dirawat jalan, 25 korban rawat inap, dan 3 orang lainnya dirujuk ke RS Jiwa Kendari.

Baca: Obat PCC Awalnya Legal


(DEN)