Kronologis Penusukan Prada Ananda Versi TNI

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 19 Jun 2017 10:39 WIB
penusukan
Kronologis Penusukan Prada Ananda Versi TNI
ILustrasi penusukan/MTVN/Rakhmat Riyandi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh mengungkap kronologis penusukan Prada Ananda Puji Santoso, anggota TNI AD Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang 10/Agni Buana Cakti. Alfret mengatakan, keributan dipicu teriakan kelompok massa yang sedang melakukan sahur on the road.

Sejumlah anggota TNI tengah berkumpul di lokasi itu. "Tiba-tiba lewat sekelompok massa, berteriak mengaku geng motor," kata Alfret kepada Metrotvnews.com, Senin 19 Juni 2017.

Tak hanya berteriak, kelompok itu tiba-tiba menyerang anggota TNI. Prada Ananda mengalami luka robek di bagian pinggang kiri akibat bacokan yang harus mendapat 5 jahitan.

Melihat rekannya terluka, satu dari anggota TNI yang ada di lokasi kejadian membawa Prada Ananda ke Rumah Sakit (RS) Hermina. Setelah mengantar Prada Ananda, anggota tersebut segera meninggalkan RS.

"Dia kembali ke TKP bergabung dengan teman-temannya," ucap Alfret.

Namun, begitu tiba di lokasi, rekan sesama anggota mengajaknya kembali ke RS Hermina. Sayangnya, pihak RS Hermina menginformasikan Prada Ananda telah dibawa ke Polsek Kemayoran.

"Maka dia bersama temannya yang lain mendatangi polsek dengan tujuan mau menanyakan temannya yang jadi korban pembacokan oleh pihak geng motor yang mengatasnamakan sahur on the road tadi," pungkas Alfret.

Prada Ananda ditusuk sekelompok massa di depan patung ondel-ondel, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu 17 Juni 2017 malam. Prada Ananda terluka akibat sabetan celurit.


(OJE)