Pengamat: TNI Tak Percaya Kinerja Polisi

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 13 Dec 2018 20:22 WIB
Kerusuhan di Ciracas
Pengamat: TNI Tak Percaya Kinerja Polisi
Polisi melihat kendaraan yang dirusak massa di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (12/12/2018). Foto: MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Kalangan TNI nampaknya tak mempercayai kinerja kepolisian karena lamban dalam mencari pelaku pengeroyokan dua anggota TNI oleh juru parkir di pertokoan Arundina, Jakarta Timur. Buntutnya, kalangan massa yang diduga dari TNI merusak dan membakar Polsek Ciracas, Jakarta Timur.

Demikian disampaikan analis komunikasi militer dan intelijen, Safriady, kepada Medcom.id, Kamis, 13 Desember 2018. "Sulit bagi TNI untuk percaya pada kinerja polisi dalam menangani kasus. Sikap ketidakadilan yang terjadi di masyarakat kini terlihat di TNI. Bagaimana polisi sangat lamban dalam menangani kasus itu," kata Safriady.

Dia mengaku sinergi yang baik antara TNI dan Polri hanya terlihat di kalangan elite dan tidak terjadi hingga lapisan operasional. Makanya, jargon sinergisitas itu nampaknya tak terlihat lagi di dua aparat keamanan yang dimiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Jargon sinergisitas hanya kalangan atas Polri dan TNI. Adanya kasus seperti ini bukan kesalahan pada jiwa korsa, ketidakjelasan penanganan kasus pemukulan Kapten Komaruddin pada akhirnya menjadi pemicu atau alasan penyerangan Polsek Ciracas," kata dia.

Dia menegaskan hierarki atau jenjang jabatan di militer sangat jelas. Jika atasan diganggu, bahkan diusik oleh oknum tertentu, maka bawahan akan membela. 

"Jadi ini yang terjadi pada kasus di Polsek Ciracas. Mereka wajar marah jika ada lambang atau korps perwira yang dihina di depan publik. Itu sangat tidak eti, dan akhirnya terjadi kejadian yang kemarin itu," terang Safriady.

Maka dari itu, lanjut dia, kasus yang seperti ini seharusnya cepat diselesaikan agar tidak banyak menimbulkan korban.

"Ini yang harus diubah, setiap kasus yang sedang ditangani polisi, baik dari masyarakat maupun TNI, harus ditangani dengan cepat agar tidak ada lagi kasus seperti ini, meski memang kasus pembakaran Polsek sudah banyak yang terjadi," tukas dia.

Ratusan orang mendatangi dan membakar markas Polsek (Mapolsek) Ciracas pada Selasa, 11 Desember malam hingga Rabu, 12 Desember dini hari. Perusakan disertai pemukulan terhadap anggota polisi dan warga sipil yang melintasi kawasan itu.

Massa juga menghancurkan kendaraan dinas, sejumlah properti milik polsek, serta kendaraan sipil. Aksi ini diduga sebagai reaksi dari pengeroyokan terhadap anggota TNI AL Kapten Komaruddin dan Pratu Rivonanda dari Kesatuan Dronkavser Paspampres oleh sekelompok tukang parkir pada Senin, 10 Desember.




(UWA)