DPR Puji Keberhasilan TNI Gagalkan Penyelundupan Miras

Siti Yona Hukmana    •    Senin, 18 Jun 2018 04:11 WIB
penyelundupan
DPR Puji Keberhasilan TNI Gagalkan Penyelundupan Miras
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. ANT/M Adimaja.

Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo memuji upaya TNI Angkatan Laut (AL) yang menggagalkan penyelundupan 14.000 botol minuman keras (miras) dari Malaysia ke Indonesia menjelang Lebaran 2018. Langkah TNI AL yang konsisten menggagalkan penyelundupan akan mempersempit ruang gerak penyelundup.

"Penyelundupan 14.000 botol minuman keras asal Malaysia yang digagalkan oleh patroli TNI AL di wilayah perairan Kalimantan Utara itu yakni pada 10 Juni 2018. Kita berharap atas penggagalan penyelundupan ini, dapat memperbaiki perekonomian dalam negeri," kata Bamsoet seperti dilansir Antara, Minggu, 17 Juni 2018.

Sementara Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Kolonel Laut (P) Erwin Aldedharma menyebutkan total barang yang diamankan dalam operasi itu meliputi, 592 kardus yang masing-masing berisi 24 botol minuman keras merek Red Label dan Black Label atau sekitar 14.208 botol.

Erwin mengatakan, upaya penyelundupan minuman keras itu diketahui berkat informasi intelijen dan pantauan anggota jaga Pos Angkatan Laut Sei Pancang yang melakukan pantauan dengan kamera jarak jauh. 

"Ini mencerminkan makin membaiknya koordinasi antar-institusi dalam memerangi penyelundupan di jalur laut," ungkap Erwin.

Erwin menambahkan, pada Februari 2018 di Perairan Selat Philips, KRI Sigurot-864 menyergap kapal MV Sunrise Glory berbendera Singapura yang berupaya menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu. Setelah dilakukan pemeriksaan muatan kapal, lanjutnya, prajurit TNI AL menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang diperkirakan mencapai 1 ton.

Menurutnya, rangkaian hasil operasi dan penyergapan ini merupakan pesan kepada sindikat penyelundup bahwa TNI dan aparatur pemerintah Indonesia tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan, upaya mempersempit ruang gerak para penyelundup akan terus dilakukan oleh TNI bersama institusi lainnya.

"Selama ini, pasar dalam negeri sarat dengan produk selundupan. Kegagalan menangkal penyelundupan aneka barang akan merusak produktivitas industri nasional. Mau tidak mau, Indonesia harus habis-habisan memerangi penyelundupan," ujar Erwin.

Peran TNI sangat diandalkan karena para penyelundup sering memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan kecil di berbagai pelosok tanah air.



(DRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA