Penyedia Aplikasi Bertanggung Jawab Mengedukasi Pengguna

   •    Kamis, 05 Jul 2018 12:47 WIB
media sosialteknologi
Penyedia Aplikasi Bertanggung Jawab Mengedukasi Pengguna
Ilustrasi. (Shutterstock)

Jakarta: Tindakan pemerintah memblokir aplikasi-aplikasi yang dinilai lebih banyak membawa mudarat masih berlanjut. Hingga kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih memblokir aplikasi Tik Tok atas dasar banyaknya aduan masyarakat.

"Sampai saat ini masih diblokir. Kita menunggu komitmen mereka dan sistemnya akan ditinjau. Kalau sudah lolos standar operasional prosedur kita, dalam 2x24 jam akan diproses (pembukaan blokir)," ujar Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo Semuel Pangerapan melalui sambungan telepon dalam program 'Selamat Pagi Indonesia' Metro TV, Kamis, 5 Juli 2018.

Semuel menegaskan penyedia aplikasi Tik Tok harus total membersihkan konten ilegal yang sudah ada, termasuk yang mengarah ke konten pornografi atau pelecehan agama.

Baca juga: Bahaya Tersembunyi Aplikasi Lipsync

Penyedia aplikasi juga wajib memiliki mekanisme pengendalian untuk mengontrol pengguna agar tak menyalahgunakan aplikasi untuk hal-hal yang mengabaikan moralitas.

"Setiap aplikasi memang punya content moderation sebagai bagian dari standar komuniti mereka, tapi jangan lupa mereka juga harus ikuti peraturan kita," kata dia.

Semuel mengakui penyalahgunaan aplikasi memang menjadi tanggung jawab setiap pengguna. Di sinilah perlunya penyedia aplikasi memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menggunakan aplikasi secara benar dan bertanggung jawab. 

"Jangan hanya membuat aplikasi tapi didiamkan. Berikan pedomannya kepada pengguna. Harus ada sosialisasinya. Jangan bisnisnya saja, tapi bagaimana mengedukasi masyarakat sebagai pengguna," jelas dia.




(MEL)