Tiga Program Kementan untuk Atasi Stunting

Sonya Michaella    •    Rabu, 04 Jul 2018 05:37 WIB
kementerian pertanian
Tiga Program Kementan untuk Atasi Stunting
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi - Medcom.id.

Jakarta: Sedikitnya 37,2 persen balita di Indonesia menderita stunting. Keadaan ini tak hanya terjadi pada golongan masyarakat ekonomi bawah, namun juga pada golongan ekonomi atas.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyebut bahwa Kementeriannya memiliki tiga program untuk membantu mengatasi masalah stunting di Indonesia.

"Penanganan stunting memerlukan upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, salah satunya harus didukung akses yang memadai terhadap keanekaragaman," kata Agung, dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Selasa 3 Juli 2018.

Ia menjelaskan, Kementan kini sedang mengembangkan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera atau dikenal dengan program 'Bekerja'.  Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan akses masyarakat kepada pangan yang beragam melalui pengembangan lahan pekarangan untuk produksi sayuran; usaha peternakan rumah tangga; tanaman hortikultura dan tahunan; dan kelembagaan usaha tani secara berkelompok.

"Melalui program ini, rumah tangga miskin ditingkatkan kapasitasnya untuk mengelola usaha yang dapat meningkatkan pendapatannya," tambahnya.

Selain itu, Kementan juga memiliki sejumlah program seperti Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Kawasan Mandiri Pangan (KMP), dan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM). KRPL bertujuan untuk optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga serta pendapatan secara berkelanjutan. 

KRPL memberdayakan kelompok wanita atau masyarakat lainnya dengan kelompok sasaran pada tahun 2018 sebanyak 2.300 kelompok. Kegiatan KRPL meliputi kebun bibit desa demplot, pengembangan lahan pekarangan, pengembanan kebun sekolah dan pengolahan hasil pekarangan (Menu B2SA). 

KRPL diyakini dapat mengurangi pengeluaran pangan sebesar Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan, mendukung diversifikasi pangan berbasis pangan lokal, meningkatkan ketahanan dan kemandirian pangan keluarga, konservasi sumberdaya genetik lokal (lebih dari 300 komoditas), serta mengurangi jejak karbon dan emisi dengan target  penurunan 29 persen pada tahun 2030. 

Sementara itu, KMP meliputi penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi dukungan lintas sektor. Pada tahun 2018, kegiatan KMP dilaksanakan di 20 kabupaten dan ditargetkan untuk dapat dilaksanakan di 60 kabupaten pada tahun 2019. 

Dan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) bertujuan untuk mengembangkan cadangan pangan masyarakat. Sasaran kegiatan LPM adalah lumbung yang sudah dibangun di daerah rawan pangan dimana pada tahun 2019 ditargetkan jumlah LPM mencapai 1.315 unit.


(JMS)