KPAI Bantah 55 Anak Meninggal karena Vaksin

Nur Azizah    •    Minggu, 09 Sep 2018 01:03 WIB
kpaivaksinasi
KPAI Bantah 55 Anak Meninggal karena Vaksin
Dokter Anak Frans Taolin menyuntikan vaksin Measles (campak) Rubella (MR) ke siswa Sekolah Dasar (SD) Santa Theresia Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/8). Foto: MI/Palce Amalo.

Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membantah terdapat 55 anak yang meninggal karena vaksin. Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitti Hikmawatty memastikan kabar tersebut hoaks.

"Ini berita hoaks, kabar tersebut harus dicek ulang," kata Siti dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu, 8 September 2018.

Sejak Februari 2018, KPAI menerima laporan masyarakat tentang adanya 55 kasus terkait masalah vaksin. Dari laporan tersebut tidak semuanya menyebutkan korban wafat.

Guna menyelidiki laporan itu, KPAI telah berkoordinasi dengan beberapa lembaga independen untuk melakukan penelusuran. Dari hasil penyelidikan, korban yang meninggal bukan dikarenakan vaksin.

"Sebanyak 46 persen korban, yakni 21 orang yang dilaporkan meninggal itu karena sakit. Ada yang menderita leukimia dan beberapa penyakit ganas lain. Jadi kalau jumlahnya menjadi 55 anak, itu tidak benar," tegas dia. 

Penelitian itu menggunakan metode ilmiah sehingga hasilnya bisa dibuktikan secara ilmiah pula. Penelitian itu, aku Sitti, juga melibatkan aspek validitas.

"Hal itu akan kami sampaikan kepada para orang tua yang masih ingin mendapatkan penjelasan dari kejadian yang mereka alami," pungkas dia.


(HUS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA