Pembinaan Atlet di Perguruan Tinggi Digarap Serius

Intan Yunelia    •    Sabtu, 15 Sep 2018 20:31 WIB
Pendidikan Tinggi
Pembinaan Atlet di Perguruan Tinggi Digarap Serius
Plt. Rektor UNJ, sekaligus Plt. Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, Intan Ahmad, dokumentasi UNJ.

Jakarta: Pembinaan olahraga di perguruan tinggi hingga berhasil menelurkan atlet berprestasi internasional dinilai potensial untuk digarap secara lebih serius.  Tidak hanya di Asian Games, para mahasiswa yang menjadi atlet ini akan terus dibina, untuk persiapan olimpiade mendatang.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memberikan penghargaan kepada para mahasiswa yang menjadi atlet di Asian Games 2018 lalu.  Ada 11 mahasiswa UNJ peraih medali Asian Games yang diberi kesempatan untuk memanfaatkan tawaran beasiswa pendidikan dari pemerintah.

Plt. Rektor UNJ, Intan Ahmad mengatakan. dari 33 atlet yang diterjunkan UNJ ke dalam Asian Games 2018 lalu, 6 atlet di antaranya berhasil membawa emas.  "Ini menunjukkan bahwa prestasi dari kampus terbesar kontribusinya dalam pengembangan olahraga di Indonesia," kata Intan, di Jakarta, Sabtu, 15 September 2018.

Intan mengatakan, dengan pembinaan dan latihan berjenjang, atlet-atlet yang berasal dari perguruan tinggi ini dapat terus meningkatkan prestasi olahraga Indonesia ke depannya. 

"Mudah-mudahan Indonesia juga bisa berperan di olimpiade, lebih baik dari prestasi sebelumnya," terangnya.

Seperti janji Kemenristekdikti sebelumnya, bagi atlet mahasiswa yang berprestasi di Asian Games, telah dijanjikan beasiswa pendidikan.  Hingga saat ini, kata Intan, sudah ada atlet mahasiswa yang mendaftar untuk memanfaatkan beasiswa tersebut.

"Jadi kami berikan tawaran, apabila mereka ingin menjadi mahasiswa di sini (UNJ) untuk jenjang master, kami sediakan," ujar Intan yang juga Plt Dirjen Pembelajaran dan Mahasiswa (belmawa) ini.

Baca: Pendidikan, Asian Games, dan Keluarga di Mata Wewey Wita

Tidak hanya atlet peraih medali saja, mahasiswa yang menjadi atlet Asian Games namun belum berhasil mendapatkan medali akan tetap mendapat piagam penghargaan.  "Ini untuk semua atlet mahasiswa UNJ yang kemarin ikut di Asian Games tidak hanya yang dapat medali, untuk menjadi atlet Asian Games saja perjuangannya sudah luar biasa. Kita beri penghargaan juga," tegas Intan.

Selanjutnya, kata Intan, para atlet mahasiswa ini akan dipersiapkan untuk ajang olahraga berikutnya, yakni olimpiade.  Cabang olahraga seperti menembak, atletik, taekwondo, dan pencak silat akan diintensifkan latihannya.

Para mahasiswa yang menjadi atlet ini, kata Intan, sempat break kuliah selama pelatihan dan pertandingan berlangsung.  Namun Intan optimistis, hal itu tidak mempengaruhi prestasi akademik meraka di kampus.

"Untuk menjadi sarjana harus mencapai capaian pembelajaran tertentu. Di luar negeri itu ada peraih olimpiade dan dia juga dokter gigi. Ada juga beberapa contoh atlet yang luar biasa, bisa saja, itu hanya soal pembagian waktu," terang Intan.

Meski ada dispensasi untuk tidak mengikuti perkuliahan sementara, namun Intan menegaskan agar tuntutan studi harus tetap dipenuhi. "Mereka harus lulus dengan standar yang harus dipenuhi," tegas Intan.

Sebanyak 11 atlet asal Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia dalam ajang Asian Games 2018, mendapatkan penghargaan dari pihak kampus.
Penghargaan yang diberikan oleh pihak kampus ini tidak hanya bagi para peraih medali emas,
perak dan perunggu saja, tapi juga diberikan piagam penghargaan bagi atlet yang tidak meraih medali.

Pada Asian Games 2018, UNJ mengirimkan 46 orang kontingen, yang terdiri dari 33 atlet, 11 pelatih, dan 2 official. Atlet asal UNJ menyumbangkan 6 medali emas, yang diraih oleh Defia Rosmaniar (Taekwondo), Puji Lestari (Sport Climbing Beregu) Pipiet Kamelia, Wewey Wita, Yola Primadona, dan Sugianto (Pencak silat). 

Kemudian 5 medali perak yang diraih Puji Lestari (Sport Climbing-Women’s Speed), M.S. Dwi Putra (Menembak), Edwin Ginanjar Rudiana (Dayung), Rifda Irfanaluthfi (Artistic Gymnastic) dan Emilia Nova (Atletik, 100 M lari gawang), serta 1 medali perunggu yang diraih Achmad Khulaefi (Wushu).

Bahkan medali emas pertama yang diraih Indonesia, disumbangkan oleh atlet UNJ, Defia Rosmaniar dari cabang Taekwondo kategori Women’s Individual Poomsae.


(CEU)