Warga Keluhkan Antrean SKCK di Polres Jaksel

Muhammad Al Hasan    •    Rabu, 19 Sep 2018 13:39 WIB
pendaftaran cpnsseleksi cpns
Warga Keluhkan Antrean SKCK di Polres Jaksel
Jumlah pemohon SKCK di Markas Polrestabes Bandung membludak menjelang pendaftaran CPNS di Kota Bandung, Selasa, 18 September 2018. Medcom.id/P. Aditya Prakasa

Jakarta: Warga berbondong-bondong membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018. Ini seiring dibukanya tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

Membludaknya warga tak diiringi dengan pelayanan yang baik. Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan SKCK. 

Dwi Astuti, 22, misalnya ia mengeluhkan prosedur nomor antrean. Registrasi melalui aplikasi di ponsel tidak maksimal.

"Nomor antrean dari apps enggak guna, antrian yang didapat dari maju sendiri yang dipakai. Jadi kalau kita gak antre percuma. Selain itu banyak yang nyela. Misalkan saya tadi di apps harusnya dapat antrean nomor 24, tapi tadi karena datang pagi, setengah tujuh dapat nomor 14," kata Dwi saat berbincang dengan Medcom.id di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu, 19, September 2018.

Senada, Anisa Suci Rahmadani, 21, mengaku antrean bukan berdasarkan nomor yang didapat saat registrasi di aplikasi. Namun, siapa cepat dia dapat. 

"Nggak guna yang di apps jadi ternyata antrean itu sesuai cepet-cepet doang, jadi yang di apps itu formalitas saja jadinya nggak guna buat di sini," tutur dia. 

Tak cuma itu, warga yang ingin membuat SKCK menilai petugas kurang persiapan. "Ini tuh ricuh banget, kurang petunjuk, kurang edukasi harusnya dari hari pertama itu sudah dikasih clue line antrean di mana, bikin bingung orang yang baru datang, ini kemana sih antreannya?" tambah Anisa. 

(Baca juga: Pemohon SKCK di Bandung Membludak Jelang Tes CPNS)

Anisa juga mengeluhkan antrean saat akan melegalisir fotokopi SKCK. Menurut dia antreannya tidak jelas.

Lain halnya dengan Riska, ia mengeluhkan minimnya publikasi yang dilakukan petugas terkait registrasi menggunakan aplikasi. Riska mengaku baru tahu harus mengisi lebih dulu lewat aplikasi. 

"Baru tahu banget tadi pas duduk, pas dapat nomor antrean, ditanya sudah ngisi nomor antrean? Benar-benar baru tahu hari ini jadi nggak ada sosialisai atau info baru dari Polres kalau ngisi form itu lewat aplikasi," kata Riska.

Meski demikian, tidak ada masyarakat yang mengeluhkan adanya pungutan liar yang dilakukan petugas. Mereka menyebut setelah memberikan berkas hanya diharuskan membayar biaya pembuatan surat sebesar Rp30 ribu. 

Pembuatan SKCK di Polres Metro Jakarta Selatan mengharuskan pemohon mengunduh aplikasi SMART Polres Metro Jaksel. Di dalam aplikasi itu pemohon harus mengisi form untuk bisa diregistrasi untuk selanjutnya mendapatkan nomor antrean.


 


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA