Cegah Kebakaran Hutan, Komisi IV DPR Ingin KLHK Gunakan Satelit Real Time

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 29 Nov 2016 19:11 WIB
berita dpr
Cegah Kebakaran Hutan, Komisi IV DPR Ingin KLHK Gunakan Satelit Real Time
Foto udara kebakaran lahan yang diambil dari Heli Bell 412 milik KLHK di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Foto: ANT/ Jessica Helena W.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi IV DPR berpendapat penggunaan satelit sebagai alat interpretasi dalam mendeteksi titik kebakaran hutan dinilai sudah tidak tepat pada zaman sekarang.

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo mengatakan seharusnya dengan menggunakan satelit bisa dapat langsung mengetahui sumber titik api dan dapat langsung mengetahui siapa pelaku penyebab kebakaran hutan. Dengan satelit, pelaku pembakaran hutan tidak bisa bersembunyi lagi.

"Dengan satelit bisa real time. Kalau tidak real time tidak ada terobosan untuk gunakan ini. Sepertinya sengaja tidak urus hutan, tidak serius," ujar Edhy saat rapat dengar pendapat Eselon I Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Komisi IV DPR di Gedung Kura-Kura, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Edhy mengakui jika butuh anggaran besar untuk menggunakan satelit secara real time. Namun Edhy menilai sebenarnya KLHK masih mampu untuk mengeluarkan anggaran besar dalam memperoleh satelit secara real time meskipun KLHK mendapat anggaran yang minim pada tahun ini.

"Dengan satelit, bisa dilihat dulu spot kebakarannya melalui titik panasnya, bisa saja tertipu karena panasnya seng di lapangan atau orang jualan sate keliatan panas dan bakar. Begitu ada titik api langsung keliatan. Sekarang sumber api tidak ketahuan, kejadian di Riau, tentara kita menjadi korban, padalah teknolognya ada. Dengan satelit ini bisa tau dimana titik apinya jadi tidak salah masuk," paparnya.

Selain itu, Edhy juga menambahkan, dengan menggunakan satelit secara real time, pemerintah tidak perlu lagi menggunakan operasi intelijen dalam mencari pelaku kebakaran hutan. "Saya bicara interpretasi, seolah tida mau bergerak. Padahal teknologi sudah maju, modernisasi. Kalau tidak dari ruang kita sendiri ya tidak berjalan optimal," pungkasnya.


(ROS)