GNPF MUI belum Bersikap soal Jaminan Peliputan Aksi

Ilham wibowo    •    Selasa, 29 Nov 2016 00:31 WIB
unjuk rasa
GNPF MUI belum Bersikap soal Jaminan Peliputan Aksi
Ilustrasi-- Ribuan orang memadati area Masjid Istiqlal usai melaksanakan salat Jumat dan bersiap memulai aksi 4 November di Jakarta, Jumat (4/11)--Antara/Paramayuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Aksi Bela Islam III yang akan digelar pada 2 Desember 2016 diklaim sebagai aksi super damai dengan doa bersama. Aksi yang diprakarsai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia MUI (MUI) sepakat memusatkan aksi hanya di Monumen Nasional.

Namun, GNPF MUI tak memberikan jaminan bebas diskriminasi dan intimidasi dari peserta aksi kepada awak media. Pimpinan GNPF MUI tak mau menjawab peryataan saat konferensi pers di Kantor MUI, Senin (28/11/2016).

Pada sesi tanya jawab di konferensi pers, wartawan menyinggung ikhwal aksi 4 November. Pasalnya, beberapa media mendapat diskriminasi untuk melakukan tugas peliputan.

"Apakah akan ada jaminan keamanan bagi awak media melihat pada aksi 4/11 sebelumnya beberapa stasiun TV mengalami aksi diskriminasi dan intimidasi. Kami di lapangan sama juga Pak, hanya menjalankan tugas," tanya seorang jurnalis televisi di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Mendengar pertanyaan tersebut, Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir tak memberikan pernyataan apapun. Ia hanya mempersilakan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk melanjutkan menjawab.

Tito pun mengambil sikap. Ia menjelaskan, awak media cukup memberitakan seadanya sesuai fakta dan berbaur dengan masyarakat atau peserta.

"Intinya, beritakan secara objektif, kami juga akan amankan, tapi utamanya kami amankan keamanan jalannya acara dulu, pengamanan yang utama ya pengamanan dari Allah SWT," ujar Tito.


(OGI)