Wisuda UPH XXX, Cetak Lebih dari 600 Lulusan Terbaik

Pelangi Karismakristi    •    Sabtu, 26 Nov 2016 15:09 WIB
beasiswa osc
Wisuda UPH XXX, Cetak Lebih dari 600 Lulusan Terbaik
Sebanyak lebih dari 600 mahasiswa Universitas Pelita Harapan menjalani wisuda, Sabtu, 26 November 2016 (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)

Metrotvnews.com, Karawaci: Sebanyak lebih dari 600 mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) menjalani wisuda, hari ini, Sabtu (26/11/2016).

Mereka terdiri atas beberapa jenjang pendidikan, mulai dari diploma hingga pascasarjana. Dengan diwisudanya ratusan mahasiswa tersebut, menambah catatan alumni UPH yang kini berjumlah lebih dari 23 ribu.
 
Rektor UPH Jonathan L Parapak mengatakan, sangat bersyukur atas pelaksanaan wisuda kedua kalinya pada tahun ini. Ia bertekad akan terus berupaya membuat pendidikan UPH berkualitas internasional dan mendorong para mahasiswa agar mengukir prestasi.

"Kan, kita juga punya program Joint Degree dengan RMIT Australia, artinya lulusan kita sama dengan mereka. Kalau untuk level nasional, yang lebih menggembirakan adalah dari para sarjana ini, lebih dari 200 adalah guru-guru yang tersebar di seluruh nusantara dan mengabdi di daerah terpencil. Saya kira ini kekhasan UPH, yakni mendidik guru dengan beasiswa dan mereka bersedia ditempatkan di Papua, Sangir, Rote, Nias, dan masih banyak lagi," ucap Jonathan, yang ditemui Metrotvnews.com di sela-sela Wisuda XXX UPH, di Gedung Grand Chapel UPH, Karawaci, Tangerang.

Pada hari ini, UPH juga meluluskan 63 mahasiswa yang mendapat gelar terakreditasi dari Peking University. Mereka adalah lulusan dari program Excecutive Education Center (EEC), yang dikhususkan bagi para eksekutif dan profesional. Program tersebut sepenuhnya mengadopsi kurikulum internasional, menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar dengan tenaga pengajar asing dari berbagai universitas ternama di dunia.

Sementara itu, lulusan terbaik disematkan kepada Dr Jovita Irawati dari program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum. Wanita yang meraih Indeks Prestasi 4, dengan predikat kelulusan summa cumlaude (sangat terpuji) itu membuat disertasi Disharmoni mengenai Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kesehatan dan Implikasi Hukumnya terhadap Praktik Medik dan Eksistensi Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDI).

"Penelitian saya bermula dari banyak masalah yang terjadi di dunia perumahsakitan atau kedokteran, khususnya mengenai kasus gugatan pasien terhadap dokter maupun rumah sakit. Masih banyak sekali pasal yang menimbulkan persepsi salah di masyarakat. Saya juga memberikan saran dan masukan kiranya bisa diterima, supaya masyarakat menjadi jelas khususnya dalam mengajukan gugatan, atau paling tidak mereka mengerti jalur (hukum) mana yang bisa dilakukan," kata Jovita.


Suasana Wisuda UPH XXX (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)

Capaian yang diraih perempuan berparas cantik itu mendapat apresiasi dari beberapa pihak. Salah satunya, Rektor UPH dan Dekan Fakultas Hukum UPH Henry Soelistyo. Diakuinya, ini bukan yang pertama FH UPH menghasilkan lulusan terbaik, namun kali ini ada yang beda.

"Background beliau bukan dari fakultas hukum. Doktor Jovita ini dari kedokteran, itu yang membuat saya suprise. Saya kira ini bisa menjadi contoh bagi teman-teman yang memiliki latar belakang hukum, mestinya bisa lebih baik lagi," ucap Henry.

UPH merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka dengan sederet prestasi membanggakan. Antara lain sebagai mahasiswa dan dosen berprestasi tingkat Kopertis 3, meraih medali emas dalam bidang ilmu biologi dan perunggu di bidang ilmu matematika pada Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA PT) 2016, Juara Umum Regional Medical Olympiad (RMO) 2016, dan menjuarai beberapa cabang di International Medical Olympiad (IMO) 2016.

Segudang prestasi UPH mendapat tanggapan dari Kepala Kelembagaan dan Sistem Informasi Kopertis Wilayah 3 Budhi Herry Pancasilawan. Menurutnya, UPH merupakan kampus yang bisa dijadikan contoh bagi perguruan tinggi swasta lainnya, baik dari segi pendidikan maupun kualitasnya.

"UPH itu termasuk PTS yang sehat dalam kategori Kopertis dan menjadi universitas swasta unggulan sejak 2011 di Kopertis Wilayah 3. Kami berharap, UPH menjadi branchmark bagi PTS, bagaimana metode sehingga UPH punya prestasi yang bisa ditularkan, baik untk peerguruan tinggi di Jakarta maupun tingkat nasional," tutur Budhi.


(ROS)