Generasi Milenial Dinilai Berjarak dengan Politik

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 14 Nov 2017 10:56 WIB
generasi milenial
Generasi Milenial Dinilai Berjarak dengan Politik
aktivis politik muda, Amalia Ayuningtyas (berdiri) dalam seminar nasional 'Dialektika Multikulturalisme dengan Kebangsaan' - MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Jakarta: Generasi millennial dinilai sebagai orang yang sangat ingin membuat perubahan di Indonesia. Tapi, hal itu condong dilakukan melalui jalur sosial ketimbang politik.

"Sebetulnya milenials ini, mereka orang-orang yang mau buat perubahan tapi ketika politik itu jauh dengan mereka, itu mereka jadi enggan berpolitik," kata aktivis politik muda, Amalia Ayuningtyas dalam seminar nasional 'Dialektika Multikulturalisme dengan Kebangsaan' di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

Amalia menjelasakan, generasi milenial atau generasi Y memegang peranan penting pada transformasi Indonesia pada 2020. Ia menyebut, generasi itu dapat menjadi kekuatan baru ekonomi dunia dan pasar digital terbesar di Asia Tenggara, karena akan mencapai hampir 140 juta pengguna internet.

(Baca juga: Generasi Milenial Kian Peduli Proteksi Kesehatan)

Sayangnya, kata dia, masih ada jarak antara generasi milenial dan partai politik. Hal tersebut membuat generasi tersebut menanggalkan perpolitikan dalam melakukan perubahan di Tanah Air.

"Jadi mereka pilih jalur sosial dan sebagainya," ujar dia.

(Baca juga: Perbankan Indonesia Butuh Peran Generasi Milenial)
 


(REN)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

4 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA