Mendagri Larang Penggunaan Plastik

Kautsar Widya Prabowo    •    Senin, 03 Dec 2018 16:38 WIB
sampah
Mendagri Larang Penggunaan Plastik
Pekerja memilah sampah plastik yang dapat didaur ulang di tempat penampungan, Desa Gampong Jawa, Banda Aceh, Aceh, Selasa (6/11/2018). Foto: Antara/Irwansyah Putra

Jakarta: Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan jajarannya untuk mengurangi penggunaan barang plastik seperti botol aatau sedotan. Jumlah sampah plastik dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan instruksi tersebut menyusul besarnya dampak dari sampah plastik. Salah satunya, yang bahkan menjadi viral di media sosial, adalah matinya Paus Sperma di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Di tubuh paus terdapat 5,9 kilogram sampah plastik.

"Mulai hari ini kami melarang seluruh jajaran Kemendagri (menggunakan plastik). Kalau mau minum pakai gelas, jangan pakai kemasan plastik, karet, atau sedotan plastik," ujar Tjahjo ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

Ia berharap langkah tersebut dapat diterapkan di kantin Kemendagri. Masyarakat pun diharapkan ikut serta mengurangi penggunaan plastik. "Termasuk warung-warung makan di lingkungan Kemendagri, mudah-mudahan bisa diteruskan ke daerah-daerah," kata dia.

Namun, Tjahjo belum dapat memberikan sanksi ataupun teguran. "Enggak ada, namanya masih imbauan," ujar politisi PDIP itu.

Baca: 5,9 Kg Sampah Plastik Ditemukan di Perut Ikan Paus Terdampar

Kepala Departemen Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Khalisah Khalid menilai Indonesia sangat mungkin membatasi penggunaan plastik. Plastik bukan kebutuhan primer bagi kehidupan manusia.

"Plastik itu bukan satu barang yang sangat memengaruhi kehidupan kita. Kalau kita enggak menggunakan plastik kita akan mati: Tidak!" katanya dalam Editorial Media Indonesia, Jumat, 23 November 2018.

Menurut Khalisah, membatasi penggunaan plastik tidak bisa hanya dilakukan oleh aktivis lingkungan atau segelintir elemen masyarakat. Semua pihak harus ikut terlibat, termasuk pemerintah dan produsen pembuat plastik.

Ia mengatakan setiap orang harus dibangunkan kesadarannya bahwa plastik bukan hanya akan menghasilkan pencemaran lingkungan, namun juga memengaruhi kesehatan manusia dan makhluk hidup lain di sekitarnya.

"Di beberapa negara pengendalian plastik sudah dilakukan sejak lama. Bahkan penggunaan plastik ada yang dilarang sama sekali," kata dia.




(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA