Pemerintah Genjot Pertumbuhan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren

Intan Yunelia    •    Kamis, 06 Dec 2018 14:43 WIB
Pendidikan Tinggi
Pemerintah Genjot Pertumbuhan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Citra Larasati.

Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan, akan pendirian 40 akademi komunitas berbasis pesantren di 2020.  Karena saat ini, banyak pondok pesantren yang sudah memiliki jenjang pendidikan SMA/SMK dan siap didorong ke pendidikan tinggi.

“Kita tingkatkan kualitasnya ke pendidikan tinggi, melalui jembatan yang namanya akademi komunitas. Saya menargetkan akan ada 30-40 pondok pesantren yang memiliki akademi komunitas di tahun 2019-2020,” Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Kamis, 6 Desember 2018.

Ainun berharap, melalui pendidikan tinggi berbasis pesantren ini, dapat sejalan dengan pendidikan vokasi. Nantinya pendidikan vokasi melalui Pendidikan tinggi ini diharapkan semakin berkembang untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteran masyarakat.

Akademi Komunitas berbasis pesantren ini, tidak hanya melulu belajar tentang agama. Namun juga belajar teknik elektrro, mesin, dan komputer. Acuan pendidikan vokasi di pesantren ini akan disesuaikan dengan perkembangan potensi industri yang ada pada daerah tersebut.

“Kita perlu membangun pendidikan tinggi atau keterampilan di pesantren. Jadi, tidak hanya belajar ilmu agama, tapi juga keahlian yang lain juga,” papar Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.

Baca: Dosen Politeknik Wajib Kantongi Sertifikat Kompetensi

Kemenristekdikti dalam hal ini bekerja sama dengan Konsorsium Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU) dan Yayasan Penabulu. Nantinya akan mensosialisasikan bentuk dan persyaratan pendirian Pendidikan tinggi akademi komunitas kepada 99 perwakilan pesantren di Provinsi Jawa Tengah. 

“Saat ini terdapat lebih dari 90 pondok pesantren di Provinsi Jawa Tengah dan lebih dari 70 pondok pesantren di Provinsi Jawa Timur yang memiliki pendidikan SMK, namun baru ada dua akademi komunitas di pondok pesantren yang berdiri di Jawa Tengah,” pungkas Nasir.


(CEU)