Buaya Bermunculan Lagi di Sungai Kalteng

Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 06 Dec 2018 06:52 WIB
buaya
Buaya Bermunculan Lagi di Sungai Kalteng
Ilustrasi penangkapan buaya oleh warga. Foto: MI/Rudi Kurniawansyah.

Sampit: Fenomena buaya menampakkan diri di permukaaan sungai-sungai di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, kembali terjadi. Masyarakat Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim, dikagetkan dengan bermunculannya buaya di daerah pemukiman warga, satu ekor buaya di antaranya berhasil ditangkap warga.

"Kami sudah mendapat informasi penangkapan buaya itu. Kami masih berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat," ujar Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah di Sampit, Muriansyah, dilansir dari Antara, Kamis, 6 Desember 2018.

Muriansyah berharap warga tidak membunuh buaya tersebut. Seperti penangkapan buaya di lokasi lain sebelumnya, pihaknya mengevakuasi buaya itu untuk dilepasliarkan di hutan habitat buaya namun jauh dari permukiman penduduk.

Muriansyah menjelaskan, penangkapan buaya di Sungai Handi Sohor berawal ketika warga melihat lebih dari dua ekor buaya muncul di sungai itu. Beberapa warga kemudian berinisiatif menangkap salah satu buaya yang ukurannya tidak terlalu besar.

Berbekal tali dan kayu, warga berhasil menangkap buaya berukuran sekitar dua meter. Buaya yang terlihat memberontak itu  menjadi tontonan warga, bahkan banyak yang mengabadikannya menggunakan kamera telepon seluler.

"Warga menangkap buaya itu hanya menggunakan tali sederhana. Tapi yang ditangkap itu buaya yang tidak terlalu besar," tutur Kepala Sekolah SDN 6 Samuda Kota Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Akhmad Afandi yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Penangkapan buaya ini menjadi perhatian warga. Terlebih, masih ada buaya lain yang ukurannya lebih besar yang sempat terlihat muncul di kawasan itu. Warga khawatir buaya-buaya tersebut mencelakai warga yang beraktivitas di sungai. 

Setiap tahun hampir selalu ada kejadian buaya menyerang manusia, bahkan ada korban yang tidak ditemukan hingga saat ini. Meski demikian, hingga saat ini masyarakat setempat masih banyak beraktivitas di sungai sehingga rawan menjadi korban buaya. 


(HUS)