Presiden: Perguruan Tinggi Lamban Respons Perubahan Global

Intan Yunelia    •    Kamis, 11 Oct 2018 18:58 WIB
Pendidikan Tinggi
Presiden: Perguruan Tinggi Lamban Respons Perubahan Global
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ANT/Puspa Perwitasari.

Jakarta:  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti perguruan tinggi di Tanah Air yang dinilai lamban merespons perubahan. Dalam kurun waktu 30 hingga 40 tahun ke belakang, program studi (prodi) yang ditawarkan sejumlah perguruan tinggi tidak banyak berubah.

Kepala negara menegaskan, agar perguruan tinggi harus segera merespons segala perkembangan global.  "Yang pasti (perubahan global) harus direspons secara berbeda oleh perguruan tinggi. Jangan kita terjebak pada zona nyaman, tahu ada perubahan tapi tidak cepat merespons dari perubahan-perubahan yang ada," kata dalam siaran pers yang diterima Rabu, 10 Oktober 2018.

Sebenarnya, sudah sejak lama Presiden menyerukan, agar perguruan tinggi beradaptasi dengan perubahan yang ada. Di antaranya ialah soal penyesuaian prodi, yang ditawarkan perguruan tinggi di Indonesia, agar sesuai dengan perkembangan zaman.

"Sangat mengherankan jika zaman sudah berubah tapi fakultas dan prodi tidak banyak berubah. Ini sudah 3 tahun saya ulang-ulang. Saya tunggu sebelum saya mengeluarkan kebijakan yang drastis. Saya tunggu Bapak/Ibu (pimpinan perguruan tinggi) sekalian untuk merespons ini," tegas Presiden.

Kepala Negara sangat mengharapkan perguruan tinggi menjadi pionir dalam perubahan besar. Apalagi saat ini, kecepatan dalam merespons perubahan merupakan kunci untuk menghadapi persaingan global.

"Kita sudah berapa puluh tahun, hanya tiga universitas yang masuk ke 500 besar? Harus kita respons dong," tandasnya.

Baca: 711 Mahasiswa Tadulako Sit In di Unhas

Ia mencontohkan sejumlah respons yang diberikan perguruan tinggi internasional untuk menghadapi perubahan lanskap ekonomi global. Kent State University di Ohio, Amerika Serikat, misalnya, menyediakan program Manajemen Perhotelan dan Pariwisata di tingkat master.

Program tersebut dibuka dengan penekanan pada implikasi regional, nasional, hingga global dalam industri di lapangan.  Selain itu, ada pula universitas yang membuka prodi khusus soal games anak-anak muda. 

Dunia games sekarang ini, kata Jokowi, telah menjadi industri besar.  Dunia games juga menuntut perguruan tinggi untuk masuk ke dalamnya.

"Di University of Southern California ada juga Game studies. Kita harus mengerti sekarang ini anak-anak muda senang e-sport, senang Mobile Legend, dan itu mendatangkan income yang besar," tuturnya.


(CEU)