Intoleran Masih Menghantui Indonesia

   •    Sabtu, 08 Dec 2018 17:18 WIB
pemilu serentak 2019
Intoleran Masih Menghantui Indonesia
Suasana diskusi bertema `Pemilu 2019 dan Masa Depan Demokrasi Indonesia` di Makassar.

Makassar: Sikap intoleran dinilai masih menghantui Indonesia. Meski sikap toleransi kerap digaungkan dan dikobarkan, namun kenyataannya masih ada sejumlah orang yang berupaya mengancam hak orang lain.
 
Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni mengatakan, saat ini Indonesia sudah memiliki pedoman konstitusional mengenai Pancasila dan penghormatan terhadap keragaman.
 
"Namun fakta menunjukkan data yang berbeda. Tindakan intoleran dan ancaman terhadap hak-hak orang lain masih terus terjadi," kata Antoni dalam diskusi bertema `Pemilu 2019 dan Masa Depan Demokrasi Indonesia` di Jalan Pelita Raya, Makassar, Jumat, 7 Desember 2018.
 
Selain Antoni, acara itu juga dihadiri Koordinator Pemilih Indonesia Jerry Sumampow, Wakil Ketua DPD Advokat Indonesia Pither Ponda Barany, serta 100 mahasiswa.

Baca: Intoleransi Masih Jadi Tantangan Indonesia

Antoni menegaskan, meski sudah final secara konstitusional Indonesia masih membutuhkan penguatan dalam praktik kehidupan berbangsa.
 
“Kita tidak bisa menunggu dan membiarkan korupsi dan intoleran menggerogoti kehidupan kita sebagai bangsa yang majemuk. Harus ada tindakan politik untuk memastikan Indonesia bisa terus tegak sebagai rumah bersama," ujarnya.
 
Jerry Sumampow menapresiasi PSI yang berani mengangkat narasi-narasi yang selama ini seakan tenggelam dan enggan diangkat oleh Parpol di parlemen.
 
Menurutnya selama ini Parpol seakan enggan mengangkat isu korupsi dan intoleransi. " Meraka lebih suka bermain narasi yang sama sekali tidak mendidik," ujarnya.
 
Phiter Ponda mengajak anak muda aktif terlibat mengawal persoalan korupsi dan intoleransi di Indonesia. "Anak muda Makassar harus cerdas dan intelek. Dengan itu kita bisa lebih maju dari para pelaku korupsi,"  katanya.




(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA