Komisi X Soroti Standar Nasional Perguruan Tinggi

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 19 Jun 2017 15:10 WIB
berita dpr
Komisi X Soroti Standar Nasional Perguruan Tinggi
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Balikpapan. Foto: Dok. DPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi X DPR RI tengah fokus menyoroti Standar Nasional Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas untuk memajukan PT.

Ketua Tim Kunspek Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan, salah satu hal yang bisa diterapkan yaitu menyesuaikan kebijakan di masing-masing PT. Menurutnya, tidak semua PT bisa diberikan dan mengimplementasikan kebijakan yang sama.

"Tidak bisa universitas yang berakreditasi A disamakan kebijakannya dengan yang berakreditasi B, karena memiliki kualifikasi dan tahapan tertentu. Nantinya penanganan terhadap universitas itu berbeda-beda," kata Ferdiansyah dalam keterangan tertulis, Senin 19 Juni 2017.
 
Politikus Golkar itu mengungkapkan, nantinya akan ada perlakuan khusus atau memihak terhadap PT. Hal itu dilakukan agar tidak ada PT yang tertinggal dalam menerapkan standar nasional pendidikan.  

"Ini merupakan alasan Komisi X membentuk Panja Standar Nasional Perguruan Tinggi  antara lain dimaksudkan untuk melihat masalah-masalah utama yang ada. Ini bertujuan agar tidak ada jarak standar nasional yang terlalu jauh antara Perguruan Tinggi di Indonesia," ungkap legislator asal Dapil Jabar tersebut.

Untuk itu dia berharap, kedepan ada pemetaan agar disiapkan kebijakannya sesuai kondisi geografis dan masyarakat yang ada. Namun, secara umum kebijakan yang diberikan secara umum harus sama. 

Pihaknya juga meminta Kemenristek Dikti untuk mendata ulang Program Studi (Prodi) yang ada diseluruh Indonesia. Sehingga dapat diketahui mana saja Prodi yang dianggap dibutuhkan atau tidak kedepannya agar dapat menjawab kebutuhan yang ada di masyarakat dan dunia kerja.
 
Selain itu, Ferdi menyampaikan alasan Tim Kunspek Komisi X DPR memilih Kalimantan Timur karena menurutnya daerah ini memiliki potensi pengembangan sumber daya manusia dan juga sumber daya alam yang cukup baik. Ikut serta dalam kunjungan kali ini, Marlinda Irwanti, Ridwan Hisjam, Anita Jacoba Gah, Arzeti Bilbina, Lathifa Shohib, Ledia Amaliah dan Dony Ahmad.



(ROS)