Memprihatinkan, Aksi Memburu Netizen Gara-gara Status

   •    Sabtu, 27 May 2017 14:56 WIB
aksi kekerasan
Memprihatinkan, Aksi Memburu Netizen Gara-gara Status
Ilustrasi. Foto: AP/Damian Dovarganes

Metrotvnews.com, Jakarta: Aksi persekusi atau memburu secara sewenang-wenang netizen yang menyatakan sikap di media sosial, sudah mencapai taraf memprihatinkan. Jika dibiarkan, aksi itu justru akan mengancam bangunan demokrasi di Indonesia.

"Pemerintah Indonesia harus memberi perlindungan bagi orang-orang yang menjadi target persekusi ini," kata Koordinator Regional Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Damar Juniarto, dalam keterangan tertulis, Sabtu 27 Mei 2017.

Berdasarkan hukum Indonesia, kata dia, setiap orang berhak mendapatkan perlindungan dan terhindar dari ancaman membahayakan jiwa.

Aksi persekusi marak terjadi belakang ini usai selesai Pilkada DKI Jakarta. SAFEnet yang merupakan jaringan relawan kebebasan ekspresi di Asia Tenggara mencatat aksi ini merata di seluruh Indonesia.

Persekusi adalah tindakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga. Kegiatan ini didasarkan atas upaya segelintir pihak untuk memburu dan menangkap seseorang yang diduga telah menghina panutan mereka, termasuk ulama tertentu.

Analisis SAFEnet, persekusi dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:
1. Lewat Facebook Page, admin melacak orang-orang yang menyatakan pendapatnya
2. Menginstruksikan massa untuk memburu target yang sudah dibuka identitas, foto, dan alamat kantor/rumahnya,
3. Aksi geruduk ke kantor/rumahnya oleh massa,
4. Dibawa ke polisi dikenakan Pasal 28 ayat 2 UU ITE atau pasal 156a KUHP.

SAFEnet meminta pemerintah Indonesia untuk segera bertindak. Damar mengatakan, apabila ditemukan ada postingan yang berpotensi menimbulkan ujaran kebencian, maka langkah yang harus dilakukan antara lain:
1. Melakukan somasi,
2. Melakukan mediasi secara damai, bukan dengan menggereduk massal,
3. Bila mediasi tidak berhasil, baru melaporkan ke polisi, dan
4. Mengawasi jalannya pengadilan.

SAFEnet khawatir jika persekusi dibiarkan akan menimbulkan ancaman antara lain:
1. Proses penegakan hukum berdasarkan tekanan massa (mobokrasi),
2. Tidak ada kepatuhan hukum,
3. Tidak terlindunginya warga negara karena absennya asas praduga tak bersalah,
4. Terancamnya nyawa target karena tindakan teror, dan
5. Bila dibiarkan akan mengancam kebebasan berpendapat secara umum

SAFEnet lantas mendesak:
1. Kapolri melakukan penegakan hukum yang serius pada tindakan persekusi atau pemburuan sewenang-wenang yang dilakukan segelintir pihak,
2. Menkominfo melakukan upaya yang dianggap perlu untuk meredam persekusi memanfaatkan media sosial ini karena melanggar hak privasi dan mengancam kebebasan berekspresi,
3. Pemerintah Indonesia memberi perlindungan kepada orang-orang yang menjadi target dari persekusi.


(UWA)