Jakarta Fair Kemayoran Wujud Cita-cita Pendiri Bangsa

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 17 Jul 2017 12:57 WIB
jakarta fair
Jakarta Fair Kemayoran Wujud Cita-cita Pendiri Bangsa
Ribuan pengunjung memadati area Jakarta Fair 2017 saat penutupan di Arena Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Foto: MI/ Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Gelaran pameran terbesar se-Asia Tenggara, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2017 telah berakhir, Minggu malam 16 Juli 2017. Event yang telah berusia 50 tahun ini kembali digelar, bahkan lebih meriah daripada tahun sebelumnya selama 39 hari.

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengatakan bahwa penyelenggaraan Jakarta Fair merupakan salah satu wujud cita-cita dari para pendiri bangsa. Mimpi tersebut adalah tentang membanfun Indonesia dengan prinsip negara yang berdaulat dan mewujudkan berdikari dalam bidang ekonomi.

"Jakarta Fair yang ke-50 tahun menjadi satu momentum bagi kita semua untuk mewujudkan cita-cita itu," papar Djarot.

Jakarta Fair kali ini diikuti oleh lebih dari dua ribu perusahaan yang memamerkan produk unggulan dengan harga diskon khusus. Mulai dari kendaraan bermotor, makanan dan minuman, pakaian, barang elektronik dan masih banyak lagi.

Melansir berita dari Metrotvnews.com, bahkan tahun ini pengunjung JKF tercatat mencapai 6 juta pengunjung. Transaksinya pun memperoleh nilai cukup fantastis, yakni Rp 6,6 triliun.

Untuk diketahui, sejarah Jakarta Fair bermula dari gagasan Syamsudin Mangan, yang saat itu menduduki kursi sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Pertama kali dilaksanakan, event ini diberi nama Djakarta Fair (DF). 
 
Pria yang kerap disapa Haji Mangan ini punya cita-cita supaya Ibu Kota negara ini memiliki acra pameran besar yang berkelanjutan, seperti halnya di Amerika dan beberapa negara besar lainnya. Kemudian dirinya ditunjuk untuk menjadi ketua penyelenggara di DF perdana, namun sayang di tengah perjalanan dirinya meninggal dan digantikan oleh Brigjen Usmar Ismail.

Gelaran perdana ini pun tetap menunjukan hasil yang positif. Tak tanggung-tanggung, pada gelaran perdananya Djakarta Fair 1968 pun sukses dipenuhi oleh pengunjung dengan jumlah mencapai 1,4 juta orang.

Gagasan Haji Mangan ternyata sejalan dengan Gubernur DKI saat itu, yakni Ali Sadikin, sehingga hal ini mendapatkan sambutan baik dari pemerintah. Sebelumnya, Ali Sadikin juga memiliki ide untuk menghidupakan kembali gairah pasar malam, yang menyajikan hibutan murah untuk warga Jakarta dan dapat menjadi sarana promosi industri dalam negeri.

Djakarta Fair sempat memecahkan rekor penyelenggaraan event terlama yaitu selama 71 hari pada 1969. Pada tahun itu, dikabarkan Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon, pun turut menghadiri Djakarta Fair disaat lawatannya ke Indonesia.

Tahun demi tahun berjalan, Jakarta Fair makin berkembang pesat, baik dari pengunjung maupun peserta. Akhirnya, pada penyelenggaran yang mulanya dilaksanakan di kawasan Monas hingga tahun 1992, dipindahkan ke area yang lebih luas di Kemayoran.



(ROS)

Pengamat: Kasus Novanto Terburuk Sepanjang Sejarah Pimpinan DPR

Pengamat: Kasus Novanto Terburuk Sepanjang Sejarah Pimpinan DPR

19 minutes Ago

Zuhro menilai kasus yang menjerat Novanto merupakan kasus terberat yang pernah menimpa pemimpin…

BERITA LAINNYA