Fadli Zon Luncurkan Buku Puisi Memeluk Waktu

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 10 May 2017 12:21 WIB
berita dpr
Fadli Zon Luncurkan Buku Puisi Memeluk Waktu
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (Foto:Dok.DPR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meluncurkan buku puisi "Memeluk Waktu" di Gedung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Selasa, 9 Mei 2017. Buku tersebut merupakan karya Fadli Zon.

Turut hadir pada acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar, Neno Warisman, Rachel Maryam, Elly Kasim, Fryda Lucyana, Ridwan Saidi, para seniman, budayawan, serta penikmat puisi.

"Memeluk Waktu" merupakan sebuah buku yang berisi delapan puisi pilihan yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa (Indonesia, Inggris, Arab, Prancis, Mandarin, Rusia, Sunda, dan Jawa).

Fadli Zon menyampaikan, delapan puisi pendek yang tersaji dalam buku puisi lagu mininya merupakan sepenggal peristiwa atau bayangan yang direkamnya dalam kata-kata. Dia mendeskripsikan rasa dan jiwa dalam ruang dan dimensi yang berbeda-beda dengan tema memeluk waktu.

"Kita berjalan atau berlari di lorong batas waktu yang tersedia, tak lebih dan tak kurang. Tumbuh dan menjadi tua adalah keniscayaan hidup. Kita ingin memeluk waktu agar tak terlalu cepat melaju, agar kita bisa menikmati keindahan, kebahagiaan, rindu dan cinta," kata Fadli, dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Mei 2017.

Politikus Gerindra itu menyampaikan alasannya menulis puisi sebagai usaha memeluk waktu. Melalui puisi, dia bisa melimpahkan rasa keindahan yang sempurna sedih menyayat hati atau rindu yang tertinggal.

Fadli juga menyampaikan, setiap orang sering berada di tengah-tengah peristiwa. Namun, tak sempat memetik makna dari apa yang terjadi.

Melalui puisi dia bisa membawa dirinya kepada kesadaran menikmati hidup melewati waktu yang cepat berlalu itu. "Puisi mencatat peristiwa, kejadian, bahkan yang tak terjadi termasuk mimpi. Tanpa puisi hidup terasa membosankan, sunyi dalam kesibukan. Puisi bagi saya adalah ruang berbagi sekaligus menepi dari segala peristiwa yang kerap datang dan pergi," ungkap dia.

Pada acara peluncuran tersebut, delapan puisi Fadli Zon ini dinyanyikan oleh Ari Malibu, seorang musisi yang dikenal sangat handal. Peluncuran buku puisi ini juga menampilkan musikalisasi puisi yang dinyanyikan penampilan dari Maghfi, Audy dan Fryda.  

Selain itu, Jose Rizal Manua, penyair yang turut hadir dalam acara turut memberikan komentar bahwa puisi menjadi penting untuk dihadirkan kembali ditengah situasi politik yang menyita banyak energi.

"Fadli Zon yang sebagai politisi dan juga mencintai sastra harusnya menginspirasi politisi lainnya juga" kata Jose Rizal.

Pada sesi penutupan acara, Fadli Zon membacakan dua puisi berjudul "Memeluk Waktu" dan "Berhenti." Ia juga menyampaikan harapan, "Semoga buku puisi "Memeluk Waktu" dan nyanyian Ari Malibu bisa membuat kita singgah sebentar ke pinggir untuk sekadar menarik napas panjang untuk persiapan perjalanan berikutnya."


(ROS)